Terinspirasi Umpatan dan Caci Maki di Medsos, Hutan Hujan Rilis Single Baru

Oct 02, 2020 13:58
Single "Pancaroba Peradaban" Artwork. (Foto: istimewa)
Single "Pancaroba Peradaban" Artwork. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Para fans Hutan Hujan barangkali sudah terbiasa dengan lagu-lagunya yang adem, mendayu-dayu, dan lirik surealisnya. Akan tetapi, di masa pandemi sekaligus gilanya media sosial saat ini, Hutan Hujan merilis single berbeda warna bertajuk “Pancaroba Peradaban”.

Dalam single tersebut, Hutan Hujan sekilas menyampaikan keluh kesah atas carut marutnya linimasa media sosial seperti halnya fragmen lirik di bawah ini.

Menatap alam tak bertepi batas

Ku dihunus belati tak berujung mati

Diam-diam ku dikecam jiwaku gelisah

Di ujung peradaban ku bercaci maki

Ya, sebuah ekspresi keluh kesah ini bukan hal yang biasanya dibikin oleh kuintet asal Malang ini. Coba simak single sebelumnya yang bertajuk “Jatuh Rindu” serta album pertama mereka Hutan Hujan (2018), terasa berbeda, bukan?

Diakui oleh Sigit Prasetyo, si penulis lirik, “Pancaroba Peradaban” terinspirasi dari kekacauan hari-hari ini.

Baca Juga : Dokumenter Penyanyi Muda Billie Eilish Bakal Tayang di Bioskop pada Februari 2021

 

“Liriknya adalah keluh kesah perubahan perilaku manusia di era digital sekarang ini. Manusia lebih berani berekspresi dan berucap kata tanpa mempedulikan lawan bicaranya,” tutur pria yang sering terlibat di belakang layar beberapa band Malang tersebut.

“Hal di atas bisa jadi belati bermata dua. Di satu sisi mengungkapkan kejujuran. Tapi di lain sisi satu kata dapat membunuh perasaan orang lain dengan atau tanpa disadari. Tak heran jika belakangan timeline social media kita penuh dengan umpatan dan caci maki dari sesama warganet,” sambungnya.

Keresahan tersebut kemudian disambut antusias oleh Edy Priono, gitaris Hutan Hujan, sekaligus karib Sigit selama 13 tahun ini. Syahdan, penulisan lirik, melodi, hingga aransemen dari lagu inipun tak memerlukan waktu lama untuk dimanifestasikan menjadi karya utuh. 

“Mungkin karena kami juga sudah satu frekuensi,” kata Edy.

Baca Juga : Judul Film Terpanjang? Sekuel Film "Borat" Bakal Gunakan 18 Kata

 

Sedikit lebih dalam tentang sisi aransemen dan musik, “Pancaroba Peradaban” lebih kaya dengan perubahan nada, tempo dan birama. Lompatan-lompatan ketukan dari 6/8 menjadi 4/4 dengan balutan nada-nada timur tengah khas Ottoman membuat progresi dan groove lagu ini berbeda dengan kebanyakan musik yang sedang beredar di pasaran hari ini.

Video musik "Pancaroba Peradaban" kini sudah dapat dinikmati di Channel Youtube Hutan Hujan. Single ini juga dirilis secara berurutan di toko digital hingga radio-radio di Indonesia.

Video : Hutan Hujan - Pancaroba Peradaban (Official Music Video)

Sebelum dirilis resmi, Hutan Hujan juga telah mengunggah proses di balik layar dan produksi lagu ini, sehingga para pendengar dapat melihat bagaimana penciptaan karya itu terjadi.

Simpul kata, semoga kita segera menyesuaikan diri dengan perubahan dunia yang sedang terjadi. Kadang, peradaban berjalan pelan kejam, merubah pengertian menjadi saling tikam.

Selamat datang di “Pancaroba Peradaban”.

 

Topik
band hutan hujanberita musik malanghutan hujan rilis single baruMedia Sosialpancaroba peradaban

Berita Lainnya

Berita

Terbaru