Ilustrasi swab tes. (Foto: Hort Rasur).
Ilustrasi swab tes. (Foto: Hort Rasur).

MALANGTIMES - Sejak kemunculan pandemi Covid-19 di bulan Maret 2020 lalu, langkah masif menekan angka kasus gencar dilakukan di Kota Malang. Angka penambahan setiap harinya yang sering melonjak tinggi, kini telah berangsur melandai. Kondisi ini tak lain karena Petugas Kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang rutin dan tanggap melakukan tracing ke setiap wilayah.

Hingga kini, setidaknya telah tercatat ada lebih dari 21 ribu warga Kota Malang yang telah menjalani test swab. Dari jumlah tersebut, hingga hari ini (Kamis, 1/10/2020) yang telah terjangkit Covid-19 totalnya ada 1.789.

Baca Juga : Hingga Agustus, Klaim Biaya Penanganan Covid-19 di Malang Capai  Rp 24 Miliar

"Jumlah swab kita belum mendata secara keseluruhan. Namun saat ini sudah ada 21.000 sekian," kata Juru Bicara Gugu Satgas Covid-19, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang dr Husnul Mu'arif.

Dari total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini, pasien yang telah meninggal dunia tercatat ada 170 orang. Kemudian, yang dinyatakan sembuh totalnya 1.509.

Husnul menambahkan, lonjakan kasus dari hari ke hari memang telah mengalami penurunan. Terlebih, adanya kebijakan untuk mengurangi klaster keluarga dengan memaksimalkan rumah isolasi atau safe house yang bertempat di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) di Jl Kawi, bagi pasien terkonfirmasi positif.

Langkah itu dilakukan sebagai salah satu upaya menekan angka penyebaran Covid-19. Karenanya, kapasitas tempat tidur atau bed di safe house juga terus ditambah menjadi 90 setelah sebelumnya tersedia 84 bed saja.

Belum lagi, ruang isolasi bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan yang juga dialihkan ke RSUD Kota Malang. "Di safe house itu sekarang kapasitas 90. Kemudian yang terisi sekitar 59 orang. Ditambah RSUD kita sebagai rumah sakit darurat Covid-19," imbuhnya.

Artinya, dengan memaksimalkan rumah isolasi ini bisa dikatakan mampu menekan angka kasus yang muncul sebagai kategori klaster keluarga. Hal tersebut terbukti dengan semakin berkurangnya jumlah pasien yang dirawat, angka kesembuhan di Kota Malang saat ini juga telah mencapai target.

Baca Juga : Hari Jantung Sedunia, Kenali Penyebab Utama Gejala Penyakit Jantung

"Jadi angka kesembuhan minimal 81 persen. Kita sudah 82 persen. Tapi rata-rata provinsi 85 sampai 86 persen," terangnya.

Meski begitu, Husnul mengatakan, rencana pembangunan rumah sakit lapangan di Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Polkesma) di Jalan Ijen Kota Malang tetap berlanjut. Sebab, rumah sakit lapangan tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan diperuntukkan bagi masyarakat Malang Raya dan sekitarnya, bukan hanya untuk Kota Malang.

"Jadi kalau rumah sakit darurat lapangan itu kan inisiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membantu Malang Raya dan juga daerah lain. Ruang ini untuk meminimalisir adanya isolasi-isolasi mandiri yang tidak efektif," tandasnya.