Ilustrasi. (Foto: Yodiyim).
Ilustrasi. (Foto: Yodiyim).

MALANGTIMES - Setiap tanggal 29 September, seluruh dunia tengah memperingati hari jantung atau dikenal juga World Heart Day (WHD). Meski tergolong sebagai penyakit tidak menular, tetapi kesehatan jantung tetap menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang.

Apalagi, munculnya penyakit ini tidak serta merta atau mendadak. Yang mana, bisa dicegah dengan rutin periksa kesehatan sejak dini.

Baca Juga : 31 Warga Al-Izzah Kota Batu Dinyatakan Sembuh Tanpa Swab Test Ke-Dua

 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menyatakan sebagai salah satu penyakit yang tidak menular. Menurutnya, masyarakat bisa melakukan deteksi dini penyakit yang menyerang pembuluh darah atau mengganggu kardiovaskular.

Sebab, apabila pembuluh darah atau kardiovaskuler ini telah terserang bukan tidak mungkin bisa menimbulkan penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan, gagal jantung, gangguan irama jantung, dan penyakit katup jantung.

"Itu masuk di penyakit regeneratif dan pembuluh darah, yang salah satunya deteksi dini bagi masyarakat untuk penyakit kardiovaskuler atau pembuluh darah. Terutama adalah pembuluh darah penyakit jantung yang pada akhirnya nanti akan menimbulkan penyakit jantung koroner dan lain-lain," ujarnya.

Husnul menjelaskan, kemunculan penyakit jantung tidak serta merta datang dengan tiba-tiba. Ada 2 penyebab utama seseorang bisa terserang penyakit tersebut.

Yakni, mereka yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan penyakit kencing manis. "Penyakit jantung tentu itu tidak ujug-ujug (tiba-tiba menyerang), biasanya ada penyebabnya. Seperti, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, kemudian tentu adanya penyakit lain yang juga tidak terkontrol itu kencing manis," imbuhnya.

Baca Juga : 61 Santri di Jombang Terinfeksi Covid-19, Jalani Isolasi di Unipdu

 

Dalam hal ini, Dinkes Kota Malang juga telah memiliki program khusus dengan menggaet fasilitas kesehatan di semua wilayah Puskesmas. Yaitu, dengan menghadirkan Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis).

Melalui program ini, diharapkan bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit kronis untuk tetap menjaga kondisi tubuhnya. Sehingga bisa meminimalkan terjangkitnya penyakit jantung dalam tubuh.

"Dua hal itu (mereka dengan penyakit tekanan darah tinggi dan kencing manis), Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan lewat puskesmas itu sudah digerakkan melalui program Prolanis itu. Program ini yang ada di semua Puskesmas," tandasnya.