Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Dra Zubaidah MM saat menunjukkan salah satu karya seni UMKM kepada Sutiaji. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Dra Zubaidah MM saat menunjukkan salah satu karya seni UMKM kepada Sutiaji. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Seperti biasa, agenda Wali Kota Malang Sutiaji hari ini (Rabu, 30/9/2020) sangat padat. Namun, ia tak mau melewatkan momen pembukaan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Malang yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.

Sekitar pukul 10.00 Sutiaji datang ke lokasi gelaran PKD di Taman Krida Budaya Jawa Timur. Ditemani oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Zubaidah, ia diarahkan untuk cuci tangan terlebih dahulu. Di sana, westafel hingga tempat sabun secara otomatis bekerja tanpa disentuh. Cukup mendekatkan tangan, sabun dan air bisa keluar dengan sendirinya.

 

 

Sutiaji juga mengukur suhu tubuh dengan alat pengukur suhu tubuh otomatis. Lantaran suhu tubuhnya normal, ia langsung diperbolehkan masuk ke area gelaran PKD. Zubaidah setia menemaninya. Termasuk tatkala perhatian Sutiaji mengarah kepada seorang penyandang disabilitas yang mengikuti pameran yang kebetulan tidak mengenakan maskernya dengan benar. Sutiaji pun membantu membetulkan masker pria yang siap mencuci sepatu di Laundry Sepatu dalam pameran tersebut.

 

Acara peresmian PKD diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berdoa bersama. Selanjutnya, giliran Zubaidah melaporkan acara.

"Maksud dan tujuan yaitu kebudayaan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan cipta rasa, karsa, dan seluruh hasil karya masyarakat, seniman, budayawan, pendidikan dapat diaktualisasikan dalam sebuah wadah kegiatan. Dan juga meningkatkan keanekaragaman dan kekayaan budaya kota Malang melalui diplomasi dan promosi budaya," katanya.

 

 

Sementara itu, Sutiaji dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan yang saat ini juga mengurus kebudayaan di kota Malang pada tahun 2020 ini. Termasuk juga apresiasi kepada beberapa gelaran kegiatan kebudayaan yang sudah dilaksanakan Disdikbud.

"Kami atas nama pemerintah kota Malang dan seluruh masyarakat kota Malang memberikan support dan apresiasi kepada OPD Dinas Pendidikan. Kami memberikan support dan dorongan terus-menerus untuk melaksanakan undang-undang 5 2017 tentang pemajuan kebudayaan," ucapnya.

 

Salah satu kegiatan kebudayaan ini juga adalah PKD ini yang sukses digelar Disdikbud dengan berbasis pada protokol kesehatan. Pemilihan Taman Krida Budaya ini juga dilakukan atas dasar memiliki sirkulasi udara yang baik. "Kenapa kita tidak adakan di hotel karena kita ingin ini di ruang terbuka, AC-nya AC alam dan protokol kesehatan tetap kita junjung tinggi," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut ia juga menyampaikan bahwa Indonesia tak lama lagi akan resesi dan tidak ada yang tahu kapan berakhirnya. Untuk itu, ia mengapresiasi kegiatan yang digelar Disdikbud ini.

"Kegiatan-kegiatan semacam ini saya minta untuk dilaksanakan dengan protokol covid. Harapan kami perputaran ekonomi tetap bisa berjalan dengan baik, aktivitas masyarakat bisa berjalan dengan baik, tapi catatannya adalah kita harus bisa menjaga bagaimana agar tidak ada cluster-cluster terbaru, penambahan-penambahan baru berkaitan dengan masalah covid-19," pintanya.

Baca Juga : Polres Malang Luncurkan Suket Teki On The Spot, Permudah Masyarakat Mengurus SKCK

 

Bahkan, di tengah-tengah acara, Sutiaji juga sempat mengajak undangan untuk berdoa bersama agar wabah covid-19 ini segera berlalu.

Dikatakan Sutiaji, peninggalan-peninggalan nenek moyang kita pasti punya nilai-nilai yang luhur. Sebagai anak bangsa, hal itu harus kita explore. "Ayo kita kuatkan budaya-budaya lokal. Kita angkat budaya-budaya ini menjadi kekuatan Indonesia, menjadi kekuatan Malang," pungkasnya.

Gelaran PKD Kota Malang pun resmi dibuka ditandai dengan pemukulan gong oleh Wali Kota. Setelahnya, ia menyempatkan diri mengunjungi stan pameran satu persatu untuk mengapresiasi karya UMKM. Mulai dari karya batik, miniatur becak dan Harley Davidson dari barang bekas, payung lukis, masker lukis, tas lukis, busana kain lurik, dan lain-lain. Bahkan, ia juga sempat membatik payung.