Hari pertama penutupan Jalan Besar Ijen pada Sabtu (26/9/2020) (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Hari pertama penutupan Jalan Besar Ijen pada Sabtu (26/9/2020) (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Evaluasi penutupan ruas Jalan Besar Ijen, yang masih dilakukan selama dua hari mulai Sabtu (26/9/2020) dan Minggu (27/9/2020), dijelaskan Satlantas Polresta Malang Kota, jika tidak terdapat hambatan berarti, seperti adanya komplain dari masyarakat.

"Dari hasil evaluasi, masyarakat mendukung dengan adanya pembatasan kegiatan di kawasan Jalan Besar Ijen yang memang setiap akhir pekan seringkali menjadi berkumpulnya banyak orang," jelas Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution.

Baca Juga : Siap-Siap, Kota Malang Bakal Tambah Jalur Pesepeda, Ini Titiknya

 

Meskipun begitu, pihaknya tak menampik jika pada hari pertama penerapan pembatasan kegiatan dan penutupan Jalan Besar Ijen, sempat memicu kemacetan di beberapa titik, seperti halnya di kawasan Jalan Merbabu maupun Jalan Guntur.

Sebab, akibat penutupan Jalan Besar Ijen, pengendara dari arah utara dialihkan ke kiri melewati Jalan Merbabu, di mana sebelumnya merupakan jalan searah. Tak pelak hal tersebut kemudian sempat menimbulkan sedikit kepadatan arus lalu lintas karena pertemuan pengendara dari arah berlawanan atau arah timur yang menuju ke bundaran Simpang Balapan.

"Ya diduga karena memang masih hari pertama, masih banyak yang belum mengetahui adanya pembatasan kegiatan dan penutupan jalur, sehingga sempat terjadi kepadatan. Namun hal tersebut segera bisa teratasi setelah anggota segera turun ke lapangan melakukan pengaturan arus," bebernya.

Mengenai penutupan dan pembatasan kegiatan, pihak Satlantas Polresta Malang Kota, masih belum mengetahui pasti sampai kapan diberlakukannya penutupan. Pihaknya saat ini masih akan melakukan pembatasan kegiatan dan penutupan jalan setiap akhir pekan, sampai menunggu instruksi selanjutnya.

"Yang jelas kami telah siapkan personel di beberapa titik jalan di sekitar Jalan Besar Ijen setiap akhir pekan. Bila terdeteksi ada kepadatan lalu lintas, petugas akan segera bertindak," tambahnya.

Meskipun setiap akhir pekan dilakukan penutupan di Jalan Besar Ijen dan tidak diperkenankan orang memasuki lokasi pembatasan tersebut, terdapat toleransi tertentu bagi beberapa orang yang diperbolehkan masuk ke Jalan Besar Ijen.

"Mereka yang diperbolehkan masuk ke Jalan Besar Ijen, diperuntukkan bagi para penghuni rumah yang ada di Jalan Besar Ijen. Namun sebelum masuk ke lokasi, akan dimintai identitas dan alasan melintas oleh petugas jaga, untuk memastikan jika benar-benar tinggal di Jalan Besar Ijen," ungkapnya.

Baca Juga : Tambah Marka Physical Distancing di 4 Titik, Warga Malang Belum Biasa Jaga Jarak di Jalan

 

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata menambahkan, jika penutupan memang hanya dilakukan di kawasan Jalan Besar Ijen dan tidak dilakukan di kawasan Jalan Veteran. Hal ini setelah berbagai pertimbangan termasuk dalam hal perekonomian.

"Penutupan memang hanya di Jalanan Besar Ijen yang memang banyak dijadikan berkegiatan setiap akhir pekan. Untuk memaksimalkan dalam upaya memutus mata rantai Covid 19, makanya dilakukan penutupan. Sementara kalau di Jalan Veteran karena pertimbangan perekonomian, di mana di sana banyak UMKM, makanya tidak dilakukan penutupan, hanya saja tetap dalam pengawasan dalam setiap kegiatan," pungkasnya.