Wali Kota Malang Sutiaji (paling kanan) sedang senam bersama dalam acara kick off Dies Maulidiyah Ke-59 UIN Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (paling kanan) sedang senam bersama dalam acara kick off Dies Maulidiyah Ke-59 UIN Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) Malang akan memasuki usianya yang ke-59 pada 28 Oktober 2020 nanti. Perhelatan agenda Dies Maulidiyah Ke-59 ini secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg, Selasa (29/9/2020).

Turut hadir pula Wali Kota Malang Sutiaji sebagai alumni. Keduanya turut mengikuti acara senam bersama di lapangan utama UIN Malang yang digelar dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Baca Juga : Dies Maulidiyah ke-59 UIN Malang, Rektor Tekankan Revolusi Menuju Smart Islamic

Dalam sambutannya, Sutiaji mengungkapkan bahwa dirinya selalu bangga menjadi alumni UIN Malang. "Saya selalu bangga menjadi alumni UIN Maulana Malik Ibrahim," ucapnya.

Hal ini disebabkan, UIN Malang selalu berusaha mencetak generasi yang ulul albab yang artinya manusia berkualitas menggunakan akalnya. Orang-orang ulul albab ini juga yang juga bisa memahami mengapa Rasulullah diperintahkan Allah untuk membaca meski beliau adalah orang yang ummi (tidak bisa membaca dan menulis) dalam Surat Al 'Alaq.

"Itu sesungguhnya ayat yang disampaikan oleh Allah bukan yang qauliyah tapi kauniyah. Iqro' pada diri kita dan iqro' pada lingkungan kita," terangnya.

"Dan tentu yang bisa menerjemahkan itu adalah orang-orang yang ulul albab. Alhamdulillah UIN telah menjadi filosofi hidup, filosofi berta'lim dan itulah yang kita punyai," sambungnya.

Baca Juga : Usai Sertifikasi AUN-QA, UIN Malang Kejar Akreditasi Internasional

Sutiaji pun mengucapkan selamat kepada UIN Malang atas usianya yang ke-59. "Usia yang cukup matang dan mudah-mudahan keberadaannya selalu dalam bingkai maunah dan rida Allah SWT," pungkasnya.