Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg (jaket hitam) senam bersama Wali Kota Malang Drs H Sutiaji. (Foto: Humas)
Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg (jaket hitam) senam bersama Wali Kota Malang Drs H Sutiaji. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Perhelatan agenda Dies Maulidiyah Ke-59 Universitas Islam Negeri Maulana Malik ibrahim (UIN Maliki) Malang resmi dibuka, Selasa (29/9/2020). Kick off Dies Maulidiyah ini dibuka dengan acara senam bersama di di lapangan utama UIN Malang, dengan tetap menjaga protokol covid-19.

 Tampak Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg dengan Wali Kota Malang Drs H Sutiaji yang juga merupakan alumni UIN Malang senam dengan lincah.

Baca Juga : Dies Maulidiyah ke-59 UIN Malang, Rektor Tekankan Revolusi Menuju Smart Islamic

 

Rektor yang terkenal gemar menulis puisi tersebut menjelaskan bahwa angka 59 merupakan angka yang sangat mistis dan sakti. Angka 5, kata dia, mengisyaratkan persatuan dalam perbedaan, seperti halnya jari-jari yang mempunyai fungsi yang berbeda-beda.

Prof Haris menambahkan, angka 5 juga menjadi simbol, misalnya Rukun Islam. Seperti yang diketahui, Rukun Islam ada 5. Yakni syahadat, salat, zakat, puasa, dan haji. 

Meski kelima rukun itu berbeda, kata Prof Haris, menjadi satu kesatuan karena itu adalah pola yang diajarkan oleh Islam untuk pengabdian kepada Allah SWT. Artinya dari syahadat sampai haji, meskipun pelaksanaannya berbeda, menjadi satu kesatuan.

 Ditambah lagi, Pancasila juga memiliki 5 butir sila. "Jadi,  5 itu memberi makna persatuan dalam perbedaan. Berarti UIN Maulana Malik Ibrahim harus membangun kekuatan persatuan itu. Tidak harus sama, tetapi membangun kekuatan," ucapnya.

Sementara itu, angka 9 memberi arti puncak gemilang sangat tinggi. Dijelaskan Prof Haris, 9 merupakan angka yang paling tinggi. "Angka 9 yang paling tinggi. Artinya, puncaknya adalah ketika kita membangun persatuan itu," terangnya.

Baca Juga : Usai Sertifikasi AUN-QA, UIN Malang Kejar Akreditasi Internasional

 

"Jadi makna Dies Maulidiyah ke-59 itu adalah dengan persatuan akan digapai puncak kemajuan," kata rektor.

Dalam momen ini, rektor menekankan bahwa Dies Maulidiyah kali ini merupakan tonggak UIN Malang untuk melakukan revolusi. Banyak rangkaian kegiatan, mulai dari webinar hingga kegiatan seni dan olahraga dengan aturan protokol kesehatan yang ketat.

Acara puncak akan digelar 27 Oktober 2020. Nantinya akan ada rapat senat terbuka sekaligus pidato dari salah satu guru besar yang akan purnatugas, yaitu Prof  Imam Suprayogo. acara puncak juga dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan RI Dr Dra Hj Ida Fauziyah MSi.