Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Aniswaty Aziz saat menanggapi pertanyaan warganet perihal update data Covid-19 yang dianggap aneh karena jumlahnya selalu sama (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Aniswaty Aziz saat menanggapi pertanyaan warganet perihal update data Covid-19 yang dianggap aneh karena jumlahnya selalu sama (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Beberapa hari belakangan ini, warganet khususnya yang tinggal di Kabupaten Malang dibuat terheran-heran dengan perkembangan kasus Covid-19. Pasalnya, setiap ada daerah yang mengalami penambahan kasus Covid-19, pasti dibarengi dengan penambahan jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

Dari penelusuran media online ini, kejadian yang dianggap rancu oleh warganet tersebut sudah terjadi sejak Kamis (24/9/2020) lalu. Saat itu tercatat ada penambahan masing-masing 3 pasien yang dinyatakan sembuh maupun terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga : Kemenaker Sediakan Fasilitas Aduan Terkait Program BLT Gaji di Bawah Rp 5 Juta

Anehnya, untuk 3 penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 pada saat itu, berasal dari Kecamatan Pakis, Pagelaran, dan Bantur. Di mana, dari 3 wilayah tersebut diketahui juga mengalami penambahan pasien yang dinyatakan sembuh, dengan jumlah yang sama persis.

”Tenanan ta data’e iki (Apakah data ini benar)?,” tanya akun @tiar_akbar91 di medsos instagram yang terpampang di kolom komentar milik Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) Kabupaten Malang.

Pertanyaan itu juga ditanggapi oleh beberapa warganet lainnya. Di mana dalam komentar yang sama, kebanyakan dari mereka mempertanyakan kebenaran akan data yang di-Publish oleh dinas yang ditunjuk sebagai Humas Satgas Covid-19 di Kabupaten Malang tersebut.

”Positif sm yg (sama yang, red) sembuh (Covid-19) barengan,” tulis akun @andriatiiparamaiswari yang kemudian ditanggapi oleh akun @fredy_family_gazz. ”Kok sekarang daerah yg (yang, red) ada yg sembuh pasti ada yg positif (Covid-19),” tulisnya.

Tanda tanya besar dibenak warganet itu semakin menjadi-jadi hingga hari ini (Senin 28/9/2020). Soalnya, selama 4 hari belakangan ini, yakni sejak Kamis (24/9/2020) hingga Senin (28/9/2020) fenomena yang dianggap janggal oleh warganet tersebut terus terulang.

Ketika dikonfirmasi kepada Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz memastikan jika data yang disampaikan ke publik tersebut asli dan tanpa rekayasa. ”Tidak ada modifikasi data, memang itu riil dari Dinkes (Dinas Kesehatan, Kabupaten Malang), Kominfo hanya menyajikan,” ungkap Aniswaty saat dikonfirmasi Senin (28/9/2020) malam.

Secara prosedur, diterangkan Aniswaty, sebelum data disampaikan ke publik, rekapan olah data yang bersumber dari Dinkes Kabupaten Malang tersebut, akan dimasukkan kedalam aplikasi perhitungan yang dikelola oleh Diskominfo Kabupaten Malang.

Baca Juga : Sebulan 7 Lokasi Terbakar, Simak Cara Cegah Kebakaran dari Petugas Damkar Ini

”Untuk Kominfo (hanya menerima, red) data mentah, kemudian kami buatkan aplikasi,” sambung wanita yang juga menjabat sebagai Kepala Diskominfo Kabupaten Malang ini.

Ketika disinggung soal keresahan warganet, Aniswaty mengaku jika data yang diterima selama 4 hari belakangan ini memang seperti itu adanya. Yakni menunjukkan jika jumlah pasien yang sembuh dan yang terpapar Covid-19 berasal dari kecamatan yang sama.

”Betul, memang ada fenomena data seperti itu,” ungkap pejabat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang identik mengenakan kaca mata ini.

Aniswaty menambahkan, setelah dirinya berkoordinasi dengan petugas yang berwenang memasukkan data dari Dinkes ke aplikasi yang dikelola Diskominfo tersebut, ditemukan fakta jika jumlah pasien yang positif dan yang dinyatakan sembuh tersebut berbeda identitasnya. ”Datanya adalah personal. By name, by address (melalui nama dan alamat, red) yang jelas beda orang, tapi satu kecamatan,” pungkasnya.