Para petugas Damkar Kota Malang saat memadamkan api di lokasi gudang yang terbakar (Ist)
Para petugas Damkar Kota Malang saat memadamkan api di lokasi gudang yang terbakar (Ist)

MALANGTIMES - Dari laporan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, tujuh kejadian kebakaran terjadi di wilayah Kota Malang mulai awal bulan hingga saat ini.

Terakhir, sebuah gudang penyimpanan barang di Jalan Halmahera, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang yang dulu sempat terbakar pada 7 Juli 2020, kini terbakar lagi untuk kedua kalinya (22/9/2020).

Baca Juga : Waspada Klaster Ponpes, Begini Langkah Antisipasi Satgas Covid -19 Kota Malang

Kebakaran terjadi diduga akibat percikan api dari tukang las yang tengah melakukan pengelasan terhadap rangka besi bekas kebakaran terdahulu, kemudian percikan api tersebut jatuh menyambar sampah bekas puing-puing kebakaran.

Tak pelak, percikan api itu dengan cepat membakar sampah kardus dan sisa material kebakaran di lokasi lantaran di lokasi tidak terdapat penjaga gudang. Hingga kemudian, api tak terkendali dan semakin membesar membakar seluruh material gudang serta sempat membuat panik warga.

Melihat hal itu, rentannya kejadian kebakaran terjadi di berbagai lokasi, baik kawasan perkampungan, rumah, gudang maupun lokasi lainnya, Damkar Kota Malang memberikan beberapa tips langkah mencegah kebakaran.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Kota Malang, Teguh Budi Santoso, memberikan saran terhadap masyarakat. Saran pertama yakni adalah membangun rumah dengan material atau bahan bangunan yang tak mudah terbakar.

Dengan material atau bahan bangunan yang tidak mudah terbakar maka tentunya akan berpengaruh dalam pencegahan kebakaran. Penempatan material jenis ini, diharapkan diletakkan pada area yang seringkali rawan memicu api seperti dapur ataupun ruang kelistrikan.

Kemudian, hindarkan adanya penumpukan barang mudah terbakar dalam ruangan serta memberikan jarak antar barang. Tata letak rumah dan ruang penyimpanan barang atau gudang yang baik akan efektif mencegah kebakaran.

"Jauhkan juga dari sumber-sumber api, sehingga hal itu akan lebih aman lagi," bebernya, Rabu (23/9/2020).

Langkah selanjutnya adalah penggunaan perangkat elektrikal yang tepat dan berstandar nasional ataupun internasional. Sehingga, saat memasang alat kelistrikan harus benar-benar dipertimbangkan dan benar-benar dipastikan terpasang dengan benar.

Baca Juga : Tunggu Damkar, Alat Penyemprot Disinfektan Jadi Alat Minimalisir Kebakaran

Sebab, salah dalam memasang rangkaian listrik atau tidak tepat dalam pemilihan maupun penggunaan peralatan kelistrikan maka bisa berakibat fatal yang adanya korsleting arus listrik yang memicu percikan api.

"Di sini juga perlu dilakukan pengecekan dan penggantian secara berkala terhadap peralatan kelistrikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," terangnya.

Selain dengan penggunaan alat kelistrikan yang sesuai standar, masyarakat juga harus memperhatikan desain bangunan yang meminimalisir kebakaran, seperti dengan penempatan ventilasi udara yang tepat. Sebab desain rumah juga mempengaruhi dalam upaya pencegahan kebakaran.

Terakhir adalah dengan menyediakan peralatan pemadam kebakaran. Seperti halnya apar, pemadam api sprinkler maupun pemadam api otomatis, menyesuaikan dengan lokasi.

"Dan misalnya untuk kawasan pergudangan, harusnya ada penjagaan, sehingga misalkan terjadi insiden kecil sudah bisa teratasi sejak awal," pungkasnya.