Tumpukan sampah di TPA Supit Urang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Tumpukan sampah di TPA Supit Urang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Persoalan sampah di Kota Malang hingga kini masih menjadi persoalan pelik. Kesadaran dari masyarakat, tentu menjadi hal yang paling diharapkan bisa membantu program pengelolaan sampah agar tak terus menerus terjadi penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Salah satu hal yang terus digencarkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) masih terus melakukan pembinaan melalui program Bank Sampah Malang (BSM).

Baca Juga : Mahasiswa FT UB Ciptakan Cerobong Asap Ramah Lingkungan, Sulap Polusi Jadi Listrik

 

Yang mana, metode ini disasar hingga ke program Bank Sampah Unit di tingkat RT/RW se Kota Malang. "Program pengurangan sampah domestik pada masyarakat saat ini dilakukan oleh Dinas Lingkungan Kota Malang segera berkelanjutan tiap tahun. Jadi pada pembinaan Bank Sampah baik pada BSM maupun Bank Sampah Unit tingkat RT/RW," ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Selain program tersebut, setiap tahunnya sistem pembinaan juga dilangsungkan dengan digelarnya Lomba Kampung Bersinar (Bersih, Sehat, Indah, Asri dan Rapi). Di mana, hal itu rata menyasar ke semua kelurahan dengan mengikut sertakan 2-4 RW di setiap kelurahan.

Nah, dalam perlombaan inilah juga sekaligus dilakukan pembinaan mengenai pengolahan sampah-sampah. Baik itu sampah organik untuk kompos, atau pun sampah nonorganik yang bisa dijadikan daur ulang.

Langkah ini juga sebagai upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Kota Malang agar peduli terhadap lingkungan, dan tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Baca Juga : Eks TPA Lowokdoro Terus Dibuangi Sampah, Pemkot Kaji Alih Fungsi Lahan

 

Pun juga, masyarakat bisa lebih produktif dan bisa memanfaatkan produk-produk daur ulang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. "Pembinaan pengolahan sampah juga dilakukan melalui kegiatan lomba Kampung Bersinar tersebut. Misal, sampah an-organik itu masyarakat dibina dengan menabung sampah di bank sampah untuk bisa dibuat kerajinan daur ulang serta kegiatan lainnya. Ini juga sebagai bentuk peduli pada lingkungan terutama pada kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan," tandasnya.