Plt Kepala  Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara saat menjelaskan potensi PAD di Kabupaten Malang. (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Plt Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara saat menjelaskan potensi PAD di Kabupaten Malang. (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Roda perekonomian yang mulai berputar meski di tengah pandemi covid-19 berdampak positif terhadap penghasilan PAD (pendapatan asli daerah) Kabupaten Malang.

Plt (Pelaksana Tugas) Kepala Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara mengatakan, hingga pertengahan September 2020, target PAD Kabupaten Malang sudah terealisasi sekitar 76 persen.

Baca Juga : Sempat Tersendat, Ini Alasan Program Smart City Belum Berjalan Maksimal

”Targetnya sudah 76 persen. Jadi, dengan sisa waktu yang masih ada bulan Oktober, November, Desember, kami  yakin (target PAD, red) bisa terealisasi 100 persen,” ungkap Made.

Sekedar informasi, target awal PAD tahun 2020 dipatok hingga kisaran Rp 700 miliar. Namun karena adanya pandemi covid-19, target awal tersebut terpaksa mengalami penyesuaian. Target PAD Kabupaten Malang dalam PAK (perubahan anggaran kruangan) menjadi Rp 500 miliar.

Dengan kondisi di gengah pandemi namun bisa memenuhi target PAD hingga mencapai 76 persen tersebut,  Made mengataksn, prediksi awal yakni PAD Kabupaten Malang bakal merosot hingga 50 persen akhirnya dapat diantisipasi. ”Kalau melihat sektor perekonomian saat ini, kemungkinan PAD Kabupaten Malang tidak akan meyusut hingga 50 persen. Mungkin (penyesuaian target PAD, red) hanya menyusut sekitar 30 persen (dari target awal),” kata Made.

Meski menunjukkan tren positif, dari analisis Bapenda Kabupaten Malang, target awal yang mencapai Rp 700 miliar tetap sulit direalisasi. Kemungkinan terlogis adalah merealisasi target PAD Kabupaten Malang sesuai dengan PAK, yakni sekitar Rp 500 miliar.

”Kalau sampai merealisasi target awal sepertinya tidak mungkin karena ada beberapa faktor yang jadi pertimbangan. Salah satunya tuntutan protokol kesehatan yang tentunya akan berdampak pada sektor pendukung PAD,” jelas Made.

Baca Juga : Mulai Bertugas, Pjs Bupati Malang Tempati Rumah Dinas di Pendopo Kepanjen

Seperti yang sudah diketahui, saat pandemi covid-19, sektor pendukung PAD seperti  pajak hotel, restoran, hingga sektor wisata tergerus karena jumlah pengunjungnya dibatasi. ”Pada sisi hotel, jumlah seluruh hunian hanya dibatasi 50 persen. Demikian juga restoran dan objek wisata, jumlah pengunjungnya juga dibatasi 50 persen. Sehingga kalau target awal sepertinya tidak mungkin. Tapi kalau target seletah penyesuaian, kami optimistis akan terealisasi,” pungkas Made.