Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Wahyu Setianto. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Wahyu Setianto. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pandemi covid-19 membuat banyak program pembangunan di Kota Malang harus terhenti sementara. Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang misalnya,  harus menunda salah satu pasar rakyat untuk direvitalisasi.

Padahal, seharusnya empat pasar rakyat di Kota Malang saat ini tengah dalam tahap revitalisasi. Namun, yang baru berproses yakni Pasar Kasin, Pasar Mergan, dam Pasar Kedungkandang.

Baca Juga : Pesantren di Jatim Bakal Dapat Rp 50 Juta, Pemprov Seriusi Program One Pesantren One Product

 

Sedangkan satu pasar rakyat, yakni Pasar Kotalama batal terealisasi pembangunannya tahun ini.  Itu lantaran anggaran yang sejatinya diperuntukkan revitalisasi pasar dialihkan untuk penanganan covid-19.

"Kami ada empat (pasar yang harus direvitalisasi). Yang sudah jalan itu Kasin, Mergan, termasuk Kedungkandang. Tapi yang tidak jadi itu Pasar Kotalama karena untuk penanganan covid-19, kena refocusing," ujar Kepala Diskopindag Kota Malang Wahyu Setianto.

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan area lokasi Pasar Kotalama sendiri masih belum terlalu parah. Sehingga, pilihan inilah yang diambil untuk ditunda pelaksanaan revitalisasinya.

"Kalau melihat pasarnya, Kotalama masih relatif lebih bersih dibandingkan pasar lain. Seperti Kasin, Mergan itu memang butuh perhatian khusus. Makanya itu tetap jalan (revitalisasinya)," imbuhnya.

Rencananya, keempat pasar tersebut bakal dibangun selayaknya pasar rakyat yang sudah direvitalisasi sebelumnya. Yaitu, dengan dibuat lebih modern dan sebagai pasar sehat. Tentunya dengan beragam fasilitas yang lengkap guna menunjang kenyamanan, baik bagi pedagang ataupun pengunjung pasar.

Baca Juga : Tolak Pungli, Setahun Sudah Pria Ini Gagal Nikahi Calon Istrinya Yang Mualaf di KUA

 

Untuk Pasar Kotalama, Wahyu menjelaskan proses revitalisasi akan kembali dianggarkan pada APBD tahun 2021 mendatang. Jumlah dana yang dibutuhkan ditaksir mencapai Rp 3 miliar.

"Insya Allah tahun depan kami anggarkan lagi. Sekitar Rp 3 miliar anggarannya ya," ucapnya.