Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pengajuan penganggaran kembali Malang Creative Center (MCC) pada APBD 2021 nampaknya masih belum terlalu mulus. Pasalnya, DPRD Kota Malang memberikan syarat kepada Pemerintah Kota Malang berupa kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2020.

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika menyampaikan, untuk bisa menganggarkan kembali MCC, maka Pemkot Malang harus menggenjot PAD minimal Rp 250 miliar. Karena dengan begitu, anggaran bisa digunakan untuk proses pembangunan gedung yang diproyeksikan untuk aktivitas kreatif tersebut.

Baca Juga : Sempat Tersendat, Ini Alasan Program Smart City Belum Berjalan Maksimal 

 

"Kalau sekarang ini PAD kita turunnya sangat banyak, tinggal Rp 1,87 triliun saja. Itu belum termasuk Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK)," katanya.

Sehingga dia meminta agar Pemerintah Kota Malang melakukan upaya untuk menaikkan PAD Kota Pendidikan ini. Meskipun Wali Kota Malang Sutiaji sebelumnya juga telah memberi ruang kepada legislatif dalam menaikkan target PAD bagi masing-masing Perangkat Daerah.

Made pun berharap, Pemkot Malang memberikan rancangan target optimis untuk PAD yang ditargetkan masing-masing Perangkat Daerah. Karena selama ini, asumsi yang digunakan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam penyusunan KUAPPAS adalah asumsi normal.

"Asumsi normal maka harusnya PAD normal. Kalau PAD naik, MCC silahkan dibangun," tegasnya.

Politisi PDI-Perjuangan itu juga menyampaikan jika pembangunan MCC memang sempat dipertanyakan para anggota legislatif. Dewan menilai jika MCC bukan menjadi prioritas. Namun Pemkot Malang menjelaskan jika MCC menjadi salah satu proyeksi pembangunan untuk memberikan ruang kepada pelaku UMKM di Kota Malang.

Baca Juga : Mulai Bertugas, Pjs Bupati Malang Tempati Rumah Dinas di Pendopo Kepanjen 

 

Karena selama pandemi Covid-19 ini, terbukti UMKM telah mampu bertahan dengan berbagai gempuran. Pembangunan MCC juga disebut sebagai pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang dalam meningkatkan peran UMKM.

"Satu dua tahun mungkin belum kelihatan. Tapi kata Pemkot MCC baru terlihat lima tahun ke depan. Kami belum bisa menerima atau menolak tapi kami lihat penganggaran dulu," jelasnya.

Sementara itu, dalam pengajuan terbaru, Pemerintah Kota Malang mengajukan pembangunan MCC dilakukan dengan anggaran multiyears. Di tahun pertama pada 2021 anggaran yang disiapkan sebesar Rp 25 miliar, dan di 2020 sebesar Rp 75 miliar. Angka itu mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 125 miliar di APBD 2020.