Lalu lintas di Jembatan Muharto (Dokumentasi MalangTIMES).
Lalu lintas di Jembatan Muharto (Dokumentasi MalangTIMES).

MALANGTIMES - Jembatan Muharto menjadi salah satu layanan infrastruktur yang paling disorot oleh DPRD Kota Malang. Karena belum lama ini, jembatan yang selalu sibuk dengan berbagai aktivitas pengguna jalan itu mengalami kerusakan. Bahkan, saat ini jembatan tersebut dikuatkan dengan penyangga khusus.

Meski begitu, Dewan tetap meminta agar pembangunan Jembatan Muharto tetap menjadi prioritas pembangunan fisik tahun depan. Terlebih, Jembatan Kedungkandang yang tak jauh dari Jembatan Muharto saat ini sudah hampir rampung, dan dipastikan selesai dibangun Desember mendatang.

Baca Juga : Anggaran MCC Berkurang, Pemkot Malang Pastikan Tak Ada Pengurangan Mutu

"Untuk Jembatan Muharto sudah kami sampaikan agar menjadi prioritas, meskipun penyangga khusus yang dibuat usianya dua tahun," katanya.

Karena Jembatan Muharto menurutnya selama ini menjadi penyangga utama aktivitas perekonomian masyarakat. Kawasan tersebut selalu ramai dilalui oleh kendaraan yang hendak menuju pusat Kota Malang ataupun daerah penyangga lainnya.

Meski begitu, lanjutnya, teknis pembangunan Jembatan Muharto akan tetap menyesuaikan dengan pembangunan Jembatan Kedungkandang. Apabila Desember memang sudah rampung, maka proses pembangunan secara fisik Jembatan Muharto bisa dipercepat sejak awal 2021.

Namun apabila terjadi kendala yang tak diinginkan, Jembatan Muharto tetap bisa dibangun pada APBD-Perubahan Keuangan 2021. Sehingga, dalam KUA-PPAS APBD 2021, Jembatan Muharto akan tetap diajukan untuk bisa dianggarkan.

"Kenapa menyesuaikan dengan Jembatan Kedungkandang, karena jika Jembatan Kedungkandang belum selesai dan Jembatan Muharto turut ditutup pasti akan menambah kemacetan, dan kasihan masyarakat," tegas Made.

Baca Juga : Tinjau Lapangan, Jembatan Kedungkandang Diprediksi Tuntas Desember

Pada 2019 lalu, Jembatan Muharto mengalami kerusakan yang lumayan parah. Namun pembenahan jembatan tersebut tak bisa dilakukan di 2020 lantaran sebelumnya tidak dianggarkan dalam RAPBD 2020. Sedangkan saat terjadi kerusakan, RAPBD 2020 telah selesai disusun.

Sehingga untuk mengatasinya, dilakukan pemasangan penyangga terlebih dulu. Dengan begitu, jembatan bisa dilalui untuk aktivitas masyarakat sehari-hari. Meski begitu, kendaraan yang melalui diharapkan untuk tidak membawa muatan terlalu berat.