Carlos Oliveira saat memimpin latihan Arema (official Arema FC)
Carlos Oliveira saat memimpin latihan Arema (official Arema FC)

MALANGTIMES - Pelatih Arema FC, Carlos Oliveira mengeluh karena timnya tidak memiliki lapangan sendiri untuk menjalani latihan. Hal itu dikatakan bahwa program latihan yang sudah disusun bisa berubah hanya karena latihan sering berpindah tempat.

Karena itu, Carlos Oliveira menaruh harapan besar agar bisa menyediakan satu lapangan khusus untuk kegiatan latihan tim sehari-hari. Meskipun sejauh ini timnya mampu beradaptasi dengan pola latihan yang tempatnya berpindah-pindah, namun ia menegaskan bahwa latihan di lokasi yang sama hasilnya akan jauh lebih maksimal.

Baca Juga : Hedipo Gustavo Bisa Gabung Arema FC, Tapi..

“Saya berharap tim bisa memiliki satu lapangan khusus sehingga kami bisa berlatih tanpa harus berpindah-pindah maupun berganti-ganti,” ujar mantan pelatih Becamex Binh Duong itu. 

Pelatih yang memiliki hubungan khusus dengan legenda Brasil Pele tersebut mengatakan berlatih dengan tempat yang berpindah-pindah tidak bagus bagi tim pelatih. Pasalnya dengan lokasi yang berbeda staf pelatih juga harus menyesuaikan kembali kondisi lapangan dengan program latihan yang akan diberikan. 

“Ini sangat tidak bagus untuk staf pelatih. Karena ketika semuanya sudah dipersiapkan tiba-tiba lapangan tidak bisa digunakan karena tidak diizinkan polisi, atau mungkin dipakai untuk pengembangan usia dini, sehingga kami harus menyusun semua program sama,” keluh Carlos.

Carlos mencontohkan, saat membawa timnya berlatih di pantai dan kemudian akan menjalani latihan di lapangan. Tentunya hal tersebut harus merubah segmentasi latihan, apalagi kompetisi tidak lama lagi akan segera digelar. “Misalnya kita berlatih di pantai, tapi besok kami akan latihan di lapangan, tidak mungkin saya mengulang program yang sama, kecuali itu dilakukan saat pra musim,” imbuh Carlos.

Baca Juga : Pemain Asing Arema FC Masih Menjadi Tanda Tanya

Pernyataan Carlos tak ubahnya dengan keraguan ia menjadi pelatih kepala Arema FC, di mana tidak ada kewenangan penuh untuk memilih tempat latihan yang tepat untuk timnya. Padahal, dengan statusnya sebagai pelatih baru, tentunya ia harus melihat cara bermain timnya sembari memasukkan metode permainan yang akan diusungnya nanti ketika masuk dalam pertandingan.

“Kita akan bertanding di kompetisi, saya butuh lapangan latihan, kami tidak punya banyak waktu. Saya butuh lapangan untuk melihat kemampuan mereka, menyusun taktik dan hal-hal lain yang dibutuhkan,” pungkasnya.