Ketua Umum KONI Kota Malang Eddy Wahyono (Hendra Saputra)
Ketua Umum KONI Kota Malang Eddy Wahyono (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kota Malang angkat bicara menanggapi usulan dewan yang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggratiskan retribusi fasilitas atau sarana prasarana olahraga.

KONI) menyebut hal tersebut bisa diterapkan untuk atlet Kota Malang  yang masuk pemusatan latihan cabang (puslatcab). Tujuannya agar mendukung persiapan atlet untuk latihan dan mencapai prestasi.

Baca Juga : Liga Pelajar Masih Kurang Diperhatikan, Disporapar Kota Malang Harapkan ini

Menurut Ketua Umum KONI Kota Malang Eddy Wahyono, sarana prasarana olahraga sebenarnya sudah menjadi sebuah kewajiban Pemkot Malang untuk menyiapkan. Dan KONI dalam hal ini hanya berbicara masalah prestasi.

"Sehingga jika ada suatu rencana atau susunan rangka peraturan daerah yang nantinya akan menjadi perda terkait dengan fasilitas-fasilitas yang dimiliki Pemkot Malang, dalam hal ini Disporapar, yang di dalamnya akan memberlakukan retribusi atau apa istilahnya untuk yang menggunakan fasilitas olahraga yang ada di Kota Malang, saya pikir itu sah saja karena terkait dengan PAD. Tapi kalau sudah berbicara atlet Kota Malang yang membela Kota Malang, ini sebenarnya ya tidak pas juga kalau mereka harus dibebani biaya," ungkap Eddy.

Masih kata Eddy, jika pembebasan biaya retribusi bagi atlet Kota Malang masih kesulitan diterapkan, KONI meminta keringanan retribusi. Pasalnya, atlet juga membela nama Kota Malang di ajang olahraga antar-daerah semisal  Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim.

"Mungkin kesulitan kalau itu dibebaskan nol. Ya paling tidak ada keringanan, ada kebijakan terkait dengan fasilitas yang digunakan oleh atlet yang menjalani pemusatan latihan," harap Eddy.

Dia menambahkan, jika beban biaya sarana prasarana olahraga bisa dibantu oleh pemerintah melalui perda, dalam puslatcab nanti bisa dianggarkan lebih untuk suplemen atau sesuatu hal yang bisa mendukung kinerja atlet di lapangan guna mencapai prestasi.

Baca Juga : Demi Prestasi, Disporapar Mulai Pantau Atlet Usia Dini

"Bisa saja justru anggarannya dialihkan untuk suplemen dalam rangka menunjang prestasinya. Bukan kami meminta nol. Tidak. Tapi untuk kebijakan tertentu atau keringanan yang benar-benar bisa membantu," kata Eddy.