Petugas penyemprot disinfektan Kabupaten Malang saat berupaya memadamkan kebakaran (Foto : Istimewa)
Petugas penyemprot disinfektan Kabupaten Malang saat berupaya memadamkan kebakaran (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Tak ada rotan, akar pun jadi. Peribahasa itu sepertinya pantas untuk menggambarkan kondisi di Kabupaten Malang. Pasalnya, menjelang pekan ketiga di bulan September 2020, insiden kebakaran marak terjadi di Kabupaten Malang.

Terpantau, dalam dua hari belakangan ini PPK (Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran) Kabupaten Malang, selalu mendapatkan laporan adanya kebakaran secara beruntun.

Baca Juga : 25 Meter Rumpun Bambu Dilalap Si Jago Merah di Kota Batu, Diduga Kelalaian Manusia

Banyaknya insiden kebakaran itulah, yang mendasari para warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tanpa terkecuali dengan menggunakan alat penyemprot cairan disinfektan, yang marak digunakan untuk memutus penyebaran Covid-19.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media online ini, upaya pemadaman kebakaran menggunakan alat penyemprot cairan disinfektan tersebut terjadi di Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (19/9/2020).

”Kami mendapat laporan adanya kebakaran dari Tim Penyemprotan Disinfektan Kabupaten Malang, yang bertepatan lewat di depan lokasi kejadian kebakaran,” kata Kepala Seksi PPK Kabupaten Malang, Agus Suyanto.

Diperoleh keterangan, insiden kebakaran yang menimpa tempat tinggal milik Sukarto (60) warga Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, terjadi sekitar pukul 09.15 WIB.

”Indikasi sumber api yang memicu terjadinya kebakaran ini bersumber dari kompor gas yang bocor,” ungkap Agus.

Di sisi lain, petugas penyemprot disinfektan Kabupaten Malang yang mengetahui adanya kebakaran, bergegas menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Sembari menunggu kedatangan personel berseragam biru itu, petugas penyemprot cairan disinfektan terpantau berupaya memadamkan kebakaran dengan menggunakan peralatan “perang” mereka, yakni alat penyemprot cairan disinfektan.

”Kami menerjunkan 1 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Api baru bisa dipadamkan sekitar 1 jam kemudian,” terang Agus.

Baca Juga : Rumah Nenek 68 Tahun di Kepanjen Terbakar, Tetangga Alami Luka Saat Bantu Padamkan Api

Meski proses pemadaman sempat dibantu menggunakan alat pemyemprot cairan disinfektan, namun petugas memastikan jika insiden kebakaran itu tidak sampai merembet ke pemukiman warga.

”Tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai Rp 10 juta,” ungkap Agus.

Sehari sebelumnya, peristiwa kebakaran juga terjadi di PT Ustegra yang berlokasi di Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (18/9/2020). Dugaan sementara, kebakaran yang terjadi di perusahaan yang bergerak di sektor produsen rol karet ini, dipicu karena adanya gesekan fan belt.

Terpantau, saat itu 3 unit mobil pemadam kebakaran yang dikomandani oleh Endri Wiyanto, dikerahkan ke lokasi kejadian. ”Api baru bisa dipadamkan sekitar 1,5 jam kemudian, tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta,” pungkasnya.