Bupati Malang HM. Sanusi (berpeci hitam) didampingi Direktur MPS KUD Sumber Makmur, Budi Yuwono (berbaju biru tua) saat melakukan peninjauan di dalam kawasan industri, Senin (21/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Bupati Malang HM. Sanusi (berpeci hitam) didampingi Direktur MPS KUD Sumber Makmur, Budi Yuwono (berbaju biru tua) saat melakukan peninjauan di dalam kawasan industri, Senin (21/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Kewaspadaan terhadap klaster Covid-19 di kawasan industri ditingkatkan Pemerintah Kabupaten Malang. Sebab, keberadaan industri juga rentan terhadap penyebaran virus ini.

Untuk itu, Bupati Malang Sanusi pun meninjau penetapan protokol kesehatan di kawasan industri ini. Salah satunya kawasan industri sektor rokok Mitra Produksi Sigaret (MPS) yang dikelola KUD (Koperasi Unit Desa) Sumber Makmur di wilayah Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Senin (21/9/2020).

Baca Juga : Cegah Penyebaran Covid-19 di PasarTradisional, Bupati Sanusi Launching Pasar Berbasis Online

Sanusi mengungkapkan bahwa di kawasan industri rokok MPS telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat seperti pemberian jarak atau Physical Distancing. "Kedatangan saya untuk memastikan jika di MPS ini sudah menjalankan protokol kesehatan. Alhamdulillah di sini sudah menjalankan protokol kesehatan secara ketat," ungkapnya ketika ditemui awak media seusai meninjau kawasan MPS, Senin (21/9/2020).

Pemberlakuan protokol kesehatan Covid-19 yang ada di kawasan MPS kata Sanusi sudah diberlakukan secara ketat. Mulai dari penempatan bilik disinfektan yang harus dilalui oleh seluruh orang yang masuk, pengecekan suhu, lalu diwajibkan memakai masker di lingkungan kawasan industri rokok MPS. Serta penerapan Physical Distancing seperti pemberian tanda dan pemakaian mika plastik untuk pembatas antarorang.

Sanusi pun menuturkan bahwa penerapan tahapan-tahapan protokol kesehatan tersebut demi menjaga pencegahan persebaran Covid-19 di Kabupaten Malang. Karena diketahui bersama bahwa kawasan industri sektor rokok merupakan tempat berkumpulnya orang dengan terdiri dari banyaknya pegawai. "Saya tidak ingin adanya klaster baru (di kawasan industri, red). Disisi lain juga ingin meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Itulah alasan Sanusi melakukan peninjauan secara langsung penerapan protokol kesehatan Covid-19 pada kawasan industri seperti kawasan industri sektor rokok MPS ini.

Sementara itu Direktur MPS KUD Sumber Makmur Ngantang, Budi Yuwono menjelaskan bahwa sejak diumumkannya pandemi Covid-19, pihak MPS KUD Sumber Makmur Ngantang langsung menerapkan protokol kesehatan. Penerapannya dilakukan secara ketat kepada seluruh pegawainya.

Salah satu upaya dari MPS KUD Sumber Makmur yakni menempatkan koordinator di setiap desa pegawainya tinggal, untuk melakukan Screening terkait aktivitas pegawainya melalui WhatsApp. "Dengan begitu pegawai terkontrol. Seperti mau ke Pasar, melayat, itu semua harus wajib lapor ke koordinator melalui WA," terangnya.

Baca Juga : Pulihkan Ekonomi Malang, BI Jatim: Kolaborasi Hasilkan Win-win Solution

Setelah melakukan pelaporan melalui WhatsApp kepada koordinator, pada saat masuk ke lingkungan MPS KUD Sumber Makmur selain melalui tahapan protokol kesehatan Covid-19, para pegawai juga harus melalui tahapan Screening di ruang isolasi yang telah disediakan.

"Misalnya setelah melayat besoknya masuk, kami akan periksa dulu di ruang isolasi dan sudah kami siapkan ruangannya di situ (sambil menunjuk sebuah ruangan di sebelah kantin, red)," jelasnya.

Penerapan seperti itu diupayakan oleh pihak MPS KUD Sumber Makmur tidak hanya pada waktu jam kerja berlangsung, melainkan dliluar jam kerja koordinator di tiap desa akan melakukan pemantauan agar tidak terjadi persebaran Covid-19, khususnya tidak terjadi klaster kawasan industri. "Alhamdulillah hasilnya sampai saat ini belum ada yang terpapar Covid-19," pungkasnya.