Bupati Malang HM. Sanusi (tiga dari kiri) menunjukkan MoU antara Pemerintah Kabupaten Malang dengan Bank BRI, Minggu (20/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes). 
Bupati Malang HM. Sanusi (tiga dari kiri) menunjukkan MoU antara Pemerintah Kabupaten Malang dengan Bank BRI, Minggu (20/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes). 

MALANGTIMES - Untuk memutus mata rantai Covid-19 di pasar tradisional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang me-Launching aplikasi sistem pasar online bernama Pasar.id, Minggu (20/9/2020) di Pendopo Agung Kabupaten Malang. Dalam program tersebut Pemkab Malang menggandeng Bank BRI Kantor Cabang Kepanjen dan Bank BRI Kantor Wilayah Jawa Timur 2.

Bupati Malang HM. Sanusi mengungkapkan bahwa dengan adanya aplikasi pasar berbasis online ini akan lebih memudahkan para konsumen maupun penjual untuk melakukan transaksi jual beli. Mereka cukup menggunakan aplikasi yang mudah diakses melalui Handphone atau perangkat yang lain.

Baca Juga : Bupati Malang Sebut Pertumbuhan Ekonomi Saat Covid-19 Capai 3 Persen

 

"Dengan adanya web Pasar.id , dapat memudahkan masyarakat untuk melakukan jual beli tanpa harus tatap muka, dalam upaya meminimalisir penyebaran Covid-19," ungkapnya ketika memberikan sambutan, Minggu (20/9/2020).

Selain itu, Sanusi berharap dengan adanya website Pasar.id yang baru saja di-Launching secara resmi oleh dirinya bersama perwakilan dari Bank BRI, dapat memberikan semangat baru kepada para pelaku pasar. "Saya berharap ini memberi semangat kepada pelaku pasar dan juga kepada konsumen. Agar lebih mudah belanja dan ketersediaan modal dari Bank BRI melalui tiga skema, Banpres, supermi, supermikro dan KUR ini dengan bunga yang sangat ringan," jelasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Pimpinan Wilayah Bank BRI Jawa Timur II, Prasetya Sayekti mengatakan bahwa pasar berbasis online ini akan terus dikembangkan hingga menyeluruh kepada seluruh pedagang yang ada di Kabupaten Malang. "Target awal tahun 2021 seluruh pedagang sudah menggunakan aplikasi Pasar.id . Sementara ini yang sudah terdaftar sekitar 300 pedagang," katanya.

Dari perkiraan sekitar 300 pedagang yang telah tergabung dalam website Pasar.id, jumlah tersebut tersebar di beberapa pasar yang ada di Kabupaten Malang. Prasetya mengatakan bahwa tidak hanya pasar tradisional, melainkan seperti pasar komunitas juga akan dapat tergabung dalam aplikasi pasar.id ini.

"Sementara masih 12 pasar, tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi. Ini awal dan tujuannya seluruh pasar di Kabupaten Malang dapat terintegrasi dengan Pasar.id," ujarnya.

Baca Juga : Terdampak Pandemi Covid-19, Retribusi Pasar Masih Sumbang Rp 890 Juta

 

Dari selain 12 pasar yang sudah tergabung dalam aplikasi tersebut, pihak pasar dengan cukup mudah untuk mendaftarkan pasar dan para pedagang dalam aplikasi tersebut.

Yakni dengan menunjuk seorang koordinator di setiap pasar yang kemudian melakukan pendataan dan berkomunikasi dengan petugas BRI di setiap desa satu orang. "Nanti koordinator itu yang membuat rekening ke BRI. Cukup datang saja ke kantor atau petugas BRI yang ada di setiap desa, nanti kami buatkan akun pasar itu di Pasar.id," terang Prasetya.

Lebih lanjut disampaikan Prasetya, dalam menunjang upaya Pemkab Malang dalam mencegah persebaran Covid-19, maka sistem pembayarannya pun dilakukan dengan metode uang elektronik. "Nanti melalui kartu ATM BRI dan kartu bank lain juga bisa. Tinggal pesan dan siap antar. Nanti petugas pengantar membawa EDC kartu BRI untuk pembayaran non tunai atau juga bisa dengan transfer," tuturnya.