Bupati Malang HM Sanusi saat menjelaskan program insentif untuk ketua RT dan RW (Foto: Istimewa)
Bupati Malang HM Sanusi saat menjelaskan program insentif untuk ketua RT dan RW (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Beban APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Malang diprediksi bakal semakin berat. Hal itu menyusul adanya wacana yang dicanangkan oleh Bupati Malang HM Sanusi, yakni mengenai pemberian insentif kepada seluruh RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga).

Seiring berjalannya waktu, wacana yang disampaikan oleh Sanusi itu semakin menguat. Pasalnya, nyaris di setiap agenda pemerintahan yang dihadirinya, orang nomor satu di jajaran Pemkab (Pemerintahan Kabupaten) Malang ini, selalu mengulangi janji manis berupa insentif untuk pejabat RT dan RW tersebut. ”Ya nanti, itu semua RT dan RW dikasih insentif Rp 3 juta,” kata Sanusi kepada media online ini.

Baca Juga : Netralitas ASN di Pilkada, Sekda Kabupaten Malang: Secepatnya Kita Lakukan Koordinasi dengan Inspektorat dan Bawaslu

Belakangan diketahui, insentif mencapai jutaan rupiah tersebut merupakan nominal yang sudah dikalkulasikan selama setahun. Artinya dalam sebulan, para pejabat RT dan RW dimungkinkan bakal menerima insentif sebesar Rp 250 ribu.

”Insentifnya Rp 250 per bulan, bentuknya (insentif, red) berupa uang,” terang salah satu kader PDI Perjuangan ini.

Seperti yang sudah diberitakan, insentif berupa uang yang bakal diberikan kepada jajaran RT dan RW yang ada di tataran Pemkab Malang ini, mulai digaungkan oleh Sanusi pada akhir bulan Agustus 2020 lalu.

Alasan pemberian insentif tersebut, dijelaskan Sanusi, lantaran para ketua RT dan RW selalu terlibat dalam menyukseskan program pemerintahan. Namun sayangnya, dedikasi yang diberikan para ketua RT dan RW itu, belum mendapatkan apresiasi lebih. Alhasil, Sanusi berencana memberikan apresiasi khusus berupa pemberian insentif.

Sekitar sebulan lalu, Sanusi belum menjelaskan berapa nominal yang akan diberikan. Namun yang pasti, anggaran yang diprediksi bakal digelontorkan pada tahun 2021 mendatang ini, akan disesuaikan dengan kemampuan APBD yang dibahas bersama anggota dewan Kabupaten Malang.

”Besarannya (insentif untuk ketua RT dan RW, red) tergantung kemampuan APBD, tapi yang pasti di tahun 2021 akan kita ajukan untuk dianggarkan,” terang Sanusi sembari mengatakan besaran insentif diperkirakan mencapai Rp 3 juta.

Dari analisa media online ini, jika janji yang disampaikan Sanusi itu teralisasi, maka dipastikan beban APBD Kabupaten Malang semakin berat. Jika dikalkulasikan setidaknya butuh anggaran Rp 53,5 miliar dalam 1 tahunnya.

Baca Juga : Sempat Gagal, Rencana Terminal Wisata Madyopuro Diharapkan Kembali Diajukan

Analisa itu sejatinya bersumber dari statment Kepala DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kabupaten Malang. Kepada media online ini, Suwadji mengaku jika jumlah ketua RT dan RW di Kabupaten Malang tercatat ada 17.851.

”Ketua RT di Kabupaten Malang itu jumlahnya 14.696, sedangkan ketua RW ada 3.155 yang akan mendapatkan insentif dari APBD Kabupaten Malang,” ungkap Suwadji.

Artinya, jika tiap ketua RT atau RW diplot Rp 3 juta per tahun atau Rp 250 ribu di setiap bulannya. Maka anggaran APBD yang disedot untuk merealisasi insentif tersebut mencapai Rp 53.553.000.000 dalam setiap tahunnya.

”Jika terealisasi, program insentif untuk ketua RT dan RW ini baru pertama kali dilakukan. Selama ini memang ada bantuan operasional untuk RT dari ADD (Alokasi Dana Desa). Tapi nominalnya tidak terlalu besar, itupun tiap desa besarannya juga tidak sama,” pungkas Suwadji.