Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy saat menunjukkan beras dari Gudang Bulog Kebonagung, Jumat (18/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy saat menunjukkan beras dari Gudang Bulog Kebonagung, Jumat (18/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Dalam situasi dan kondisi pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Malang ketersediaan stok cadangan beras Bulog (Bada Urusan Logistik) di Gudang Bulog Kebon Agung masih aman terkendali.

Ketersediaan itu pun ditinjau langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy bersama Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Timur, Khozin, pada hari Jumat (18/9/2020).

Baca Juga : Mahasiswi Bunuh Diri Melompat dari Jembatan Joyogrand, Sempat Minta Maaf lewat HP

Cadangan beras tersebut diperuntukkan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial RI. Muhadjir -sapaan akrabnya- mengatakan bahwa terdapat tiga hal alur dalam pendistribusian beras bagi KPM pada PKH yakni koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian.

"Saya sebagai menko mengecek di lapangan, apakah program bansos berupa pembagian beras nanti untuk keluarga PKH itu betul-betul sesuai dengan yang ditetapkan," ungkapnya ketika dikonfirmasi awak media, Jumat (18/9/2020).

Sedangkan selain tiga alur yang harus diperhatikan, terdapat tiga tahapan dalam pengecekan beras yang harus dilakukan yakni pertama ketersediaan beras, kedua kualitas dan yang ketiga berat dari satu karung beras yang akan didistribusikan. "Sudah saya cek insya allah tersedia. Kedua adalah kualitas, sudah kami cek secara random, yang ketiga adalah bobot berat harus 15 kilogram, jika 15 kilogram lebih 5 gram itu bagus. Karena berat karung atau kemasannya sendiri sekitar 4 gram," jelasnya.

Satu karung yang memiliki berat 15 kilogram tersebut disampaikan oleh Muhadjir bahwa akan didistribusikan kepada setiap satu KPM yang masuk dalam PKH. Sempat meninjau gudang penyimpanan beras Bulog di daerah Gadang, Kota Malang Muhadjir mengatakan terdapat ketidaksesuaian.

"Tadi di gadang ada temuan, itu beratnya kurang. Rata-rata di bawah 15 kilogram, meski cuman beberapa gram tapi itu tidak boleh. Kita sudah minta itu untuk dibongkar, karena meski 5 gram, tapi kan dikali, kuantitas jadi banyak," ungkapnya.

Bantuan beras yang diperuntukkan bagi KPM di Provinsi Jawa Timur, disebutkan Muhadjir bahwa jumlah penerimanya sebanyak 1,7 juta KPM. Kabupaten Malang merupakan salah satu yang terbanyak KPM di Provinsi Jawa Timur. "Untuk Jawa Timur 1,7 juta penerima manfaat, Kabupaten Malang 205.667 KPM, Kota Malang 10.105 KPM, Kota Batu 3.498 KPM," bebernya.

Baca Juga : Insiden Lift Jatuh dan Tewaskan 4 Orang di RSi Unisma, Labfor Uji Tarik Sling yang Putus

Muhadjir menambahkan bahwa di tengah situasi dan kondisi pandemi Covid-19, pihaknya malah justru berani membagi-bagikan stok cadangan beras yang ada di Bulog. "Karena menurut perhitungan akan terjadi panen raya, jadi aman meski dibagi-bagi pada Keluarga Penerima Manfaat," ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Dalam pendistribusian beras yang berjenis medium asli Madiun ini, dikatakan oleh Muhadjir bahwa akan dibagi menjadi tiga bulan berturut-turut dalam pendistribusian beras kepada KPM yang tergabung dalam PKH. "10 juta KPM se-Indonesia dibagi 3 tahap. Bulan Agustus, September, Oktober. Secara teknis September dan oktober berdekatan, karena jadwal mundur akibat persiapan, tapi Insya Allah lancar dan sudah ada pihak transporternya," ungkapnya.

Sementara itu untuk pendistribusian beras yang dilakukan oleh trasnporter, Muhadjir mengimbau kepada seluruh pihak agar selalu mengawasi kinerja transporter dalam mendistribusikan beras dari Bulog tersebut. "Mohon dilkawal teman-teman agar tepat sasaran. Per KPM, per bulan dapat 15 kilogram selama tiga bulan, untuk yang ikut Program Keluarga Harapan," pungkasnya.