Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu saat melakukan pemantauan terhadap lift yang jatuh di proyek RSI Unisma. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu saat melakukan pemantauan terhadap lift yang jatuh di proyek RSI Unisma. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Satreskrim Polresta Malang Kota terus mendalami kasus kecelakaan kerja  yang terjadi di proyek pembangunan gedung RSI (Rumah Sakit Islam) Unisama. 

Seperti diketahui, empat pekerja  tewas dan enam lainnya mengalami luka setelah lift proyek yang digunakan untuk naik ke lantai empat terjatuh pafa Selasa (8/9/2020).

Baca Juga : Langsung Ganti Rugi Motor dan Barang Dagangan yang Ditabrak Tank, TNI Tuai Simpati Warganet

Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu menjelaskan,  lift proyek tersebut nantinya akan dibawa ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim untuk dilakukan pemeriksan lebih lanjut.

"Termasuk nantinya juga akan dilakukan pengujian terhadap tali sling lift. Nanti di labfor akan dilakukan uji tarik seberapa beban maksimalnya," ungkapnya Jumat, (11/9/2020).

Mengenai fungsi lift sehari-harinya, keterangan saksi menyatakan biasanya digunakan untuk mengangkut 10 sak semen. Sehingga, jika tiap semen memiliki berat kurang lebih 50 kilogram, maka total 10 sak semen menjadi 500 kilogram.

Azi Pratas  juga menyampaikan,  lift tersebut memang tidak diperuntukkan untuk mengangkut orang, tetapi  hanya dikhususkan untuk mengangkut barang. Namun hal tersebut tampaknya tak dihiraukan oleh para pekerja.

Dari keterangan saksi, sebelumnya mandor sudah memperingatkan. Namun karena mungkin mencari simpelnya, para pekerja kemudian tetap naik  menggunakan lift.

"Pada saat kejadian, lift tersebut diisi oleh 11 orang pekerja. Bila berat pekerja rata rata 60 kg, maka lift tersebut pada saat kejadian mengangkut beban sebesar lebih 600 kg," bebernya.

Sementara itu, dari hasil olah TKP sebelumnya, tim Labfor Polda Jatim membawa satu kardus besar yang diduga merupakan barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian.

Baca Juga : Lantunan Gending Jawa Diduga Picu Laka Maut di Lintasan Kereta Api Ngebruk

Dari keterangan kasat reskrim,  kardus tersebut berisi tali sling lift proyek yang panjangnya kurang lebih sekitar 30 meter. Terdapat dua sampel tali sling yang diambil, yakni tali sling yang masih dalam kondisi bagus dan tali sling yang sudah dalam keadaan putus.

Meski begitu, hingga saat ini masih belum ada arah untuk menetapkan tersangka atau siapa oknum yang seharusnya bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

"Kami tidak serta merta. Ada mekanisme dan tahapan yang harus dijalani. Selesai periksa, lidik baru tahap gelarnya. Kalau sekarang belum ada penambahan saksi. Namun segera pihak yayasan maupun pelaksana akan dipanggil," pungkas kasat reskrim.