Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat ditemui awak media beberapa waktu lalu. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo saat ditemui awak media beberapa waktu lalu. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Penggunaan masker belum efektif dalam melindungi masyarakat dari ancaman tertular virus Covid-19 melalui droplet atau percikan air liur yang keluar dari mulut seorang manusia.

Karena itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo menyarankan untuk lebih mengutamakan Phisical Distancing atau jarak. 

Baca Juga : Fraksi PKS Apresiasi Pembinaan Pola Hidup Sehat Hadapi Covid-19 di Kota Malang

"Masker saja tidak mencukupi, masker saja cuma 40 persen (menahan partikel masuk, red), tetapi penerapan Physical Distancing," ungkapnya ketika ditemui awak media di Mapolres Malang, Rabu (16/9/2020).

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Erlina Burhan seorang dokter spesialis paru di RSUP Persahabatan, Jakarta dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bahwa masker kain tidak dapat memproteksi masuknya semua partikel.

Karena 40 hingga 90 persen jika menggunakan masker kain partikel masih saja dapat masuk melalui pori-pori dari kain tersebut. Agar ideal jika tetap menggunakan masker kain, harus ditambah dengan penutup wajah.

Sementara itu, terkait penerapan Physical Distancing, Arbani sampai mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malang agar menghindari kerumunan orang termasuk pada saat melakukan makan. "Di setiap instansi-instansi itu kebiasaan makan bareng itulah yang menyebabkan (kasus Covid-19 naik, red), makan bareng di kantor," ujar pria yang berprofesi sebagai dokter gigi ini.

Arbani pun mengimbau agar masyarakat menghindari dahulu kebiasaan-kebiasaan yang memunculkan kerumunan massa. Termasuk selain makan bareng di kantor, Arbani mengatakan bahwa masyarakat juga mulai menghindari makan bersama di warung. "Kalau di warung-warung sebisa mungkin dibawa pulang, tidak dimakan di warung," tuturnya.

Baca Juga : Denda Pelanggar Prokes di Kota Malang Rp 100 Ribu Diterapkan Minggu Ini

Pria yang berdomisili di Kota Malang ini juga menyinggung perihal kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalam hotel. Karena saat ini hotel-hotel sudah mulai buka dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. "Meskipun sudah bisa dilakukan kegiatan di hotel, tetap protokol kesehatan harus diutamakan. Jadi seperti ruangan maksimal 50 persen (dari kuota, red). Disediakan setiap peserta dalam satu hari hand sanitizer di sakunya," jelasnya.

Lebih khusus lagi Arbani juga menyinggung perihal makan yang dilangsungkan pada kegiatan-kegiatan yang ada di hotel. "Pemberian makanan, baik itu makanan ringan maupun makanan berat, di kotak, tidak boleh prasmanan," tegasnya.

Sebagai informasi bahwa langkah-langkah yang disebutkan Arbani merupakan upaya dalam mencegah persebaran Covid-19 di Kabupaten Malang. Meskipun rasio kesembuhan sudah mulai naik, akan tetapi angka terkonfirmasi positif Covid-19 juga setiap harinya terus bertambah.