Suasana pembinaan pola hidup sehat hadapi covid-19 di Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Kecamatan Sukun, Kota Malang. (Foto: Istimewa).
Suasana pembinaan pola hidup sehat hadapi covid-19 di Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Kecamatan Sukun, Kota Malang. (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Upaya masif untuk terus mengedukasi masyarakat Kota Malang agar menerapkan adaptasi tatanan kehidupan baru di tengah pandemi covid-19 digencarkan berbagai pihak.

Salah satunya dengan memberikan pembinaan pola hidup sehat menghadapi covid-19 yang digelar di Pondok Pesantren Darul Istiqomah Kematren, Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Rabu (26/9/2020).

Baca Juga : Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri di Rumah Wajib Tahu Panduan Ini, Agar Imunitas Meningkat

Sebanyak 139 peserta yang hadir dalam kegiatan yang diinisiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sukun itu. Mereka diberi penyuluhan secara khusus oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Janti.

Kepala Puskesmas Janti Endang Listyowati menyampaikan mengenai bahaya covid-19 dan pencegahan yang harus dilakukan dan diperhatikan oleh masyarakat. Yang paling ditekankan yakni  selalu menerapkan PHBS (pola hidup sehat dan bersih). Antara lain rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun setiap akan dan selesai beraktivitas. Juga menjaga jarak antar-satu dengan yang lainnya serta wajib pakai masker setiap beraktivitas, terutama saat keluar rumah.

"Menjaga kebersihan wajib, kemudian menjaga imunitas tubuh. Dengan cara apa, yaitu mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Penuhi asupan tubuh dengan perbanyak makan sayur dan buah. Jaga jarak, dan wajib pakai masker itu penting," paparnya.

Kepedulian MUI Kecamatan Sukun untuk mengedukasi masyarakat ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang Rokhmad. Dalam kesempatan itu, dia turut mengimbau masyarakat untuk juga menjaga iman dan imunitas di tengah pandemi covid-19. 

"Menjaga iman itu dengan sering berdoa, salat, agar rohani ini terus terbina sedangkan menjaga imun itu dengan sering mencuci tangan, berolahraga, makan yang bergizi dan sadar memakai masker bila keluar rumah," ungkapnya.

Tak lupa, Rokhmad juga memberikan motivasi kepada peserta dengan pantun singkatnya. Tentunya, dengan tujuan agar masyarakat semakin patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Baca Juga : Tiga Faktor Ini Mempengaruhi Kemunculan Happy Hypoxia, Apa Saja?

"Pergi kenduri disajikan ketan
Makan segera tak perlu malu
Mari bersama jaga kesehatan
Semoga wabah ini segera berlalu
Di pantai ada mercusuar
Penerang untuk kapal tanker
Bila kita terpaksa pergi keluar
Jangan lupa memakai masker" 

Begitulah isi pantun yang disampaikan pria yang juga sekertaris komisi D DPRD Kota Malang itu. Ia pun berharap adanya pembinaan-pembinaan pola hidup sehat di masyarakat dapat memberikan kesadaran akan bahaya covid-19. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang abai akan protokol kesehatan dan acuh mengenakan masker sebagai pencegahan utama saat ini.

"Kita ingin masyarakat memahami, sadar, dan percaya bahwa covid-19 itu ada dan mari bersama kita menjauhinya. Dengan pembinaan diharapkan masyarakat berperilaku hidup sehat dan bersama peduli akan bahaya virus dan jangan jadi penyebar virus, sehingga masyarakat tetap sehat dan tidak terjangkit covid-19," tandasnya.