Bersitegang, seorang pelanggar adu mulut dengan Wali Kota Malang Sutiaji (bertopi). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Bersitegang, seorang pelanggar adu mulut dengan Wali Kota Malang Sutiaji (bertopi). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Gelaran operasi yustisi penindakan sanksi administratif dengan membayar denda senilai Rp 100 ribu bagi pelanggar protokol Covid-19 di Kota Malang dimulai sore ini (Rabu, 16/9/2020). Sekitar satu jam berlangsung mulai pukul 16.00 - 17.00 puluhan warga terjaring operasi yang digelar oleh petugas gabungan TNI, Polri, hingga Satpol PP di sekitar kawasan Balai Kota Malang. Puluhan warga ini juga langsung menjalani sidang di tempat.

Dari pantauan MalangTIMES, operasi yustisi sore ini sempat terjadi ketegangan. Seorang warga yang merasa tidak melanggar protokol Covid-19 bersitegang dengan Wali Kota Malang Sutiaji.

Baca Juga : Bandel Tak Bermasker di Kota Malang, Mulai Besok Harus Bayar Denda Rp 100 Ribu

Menurut Sutiaji, jika memang tidak ada pelanggaran, maka warga ini tidak akan dibawa ke area penindakan pelanggaran protokol Covid-19. "Kalau Anda tidak salah, tidak mungkin anda ditarik ke sini," tegasnya.

Namun, seorang warga yang diketahui bernama Reza Trianto ini kukuh jika dirinya tak bersalah dan tidak berkenan untuk dijerat sanksi pelanggaran protokol Covid-19. Padahal, petugas mendapati dirinya saat berkendara mobil tanpa memakai masker.

Reza merasa apa yang dilakukan itu merupakan ranah privasi dan tak masuk dalam kategori penjeratan hukum. Yang mana dia tengah berada di dalam mobil seorang diri, dan dianggapnya aman serta tak membahayakan orang lain.

"Logikanya, saya sendiri. Nanti tahu-tahu di rumah lalu ditarik (terkena penjaringan pelanggar protokol Covid-19). Saya di mobil, apa yang mengganggu saya di mobil sendirian, mengganggu bapak (Wali Kota Malang Sutiaji). Justru keamanan saya ini yang terganggu, saya dipaksa bergerombol. Ini menurut saya tidak aman," ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya juga tidak berkenan membayar denda atas pelanggaran yang dilakukan. Reza meyakini dirinya tidak dalam kondisi membahayakan siapapun. "Dikenai denda Rp 100 ribu. Saya harus menyatakan bahwa saya tidak bersalah. Saya tetap meyakini bahwa saya tidak membahayakan orang. Saya di dalam mobil membahayakan siapa, dipaksa malah di daerah yang ramai," ungkapnya.

Baca Juga : Sanksi Denda Belum Diterapkan, Pelanggar Tak Bermasker Semakin Tinggi

 

Sebagai informasi, per hari ini bagi warga tak bermasker langsung dilakukan penindakan dengan mengacu pada regulasi yang ditetapkan dalam Inpres nomor 6 tahun 2020, Perda nomor 2 tahun 2020, Pergub nomor 53 tahun 2020 yang diimplikasikan pada Perwal nomor 30 tahun 2020.

Warga Kota Malang yang masih bandel disiplin pakai masker, maka langsung sidang di tempat. Langkah ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memutus penyebaran Covid-19 dan menggerakkan masyarakat untuk disiplin bermasker.