Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji berencana membuat surat edaran baru untuk masyarakat berkaitan dengan penanganan covid-19. Surat Edaran itu salah satunya mengimbau masyarakat untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai keyakinan masing-masing berkaitan dengan kasus covid-19 yang terus bertambah.

Dalam rapat koordinasi Forkopimda yang digelar di Balai Kota Malang, Rabu (16/9/2020), Sutiaji menyampaikan akan segera membuat surat edaran tersebut melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang. "Berbagai upaya untuk mengatasi covid-19 telah kita lakukan. Maka kita juga harus berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing," katanya.

Baca Juga : Cegah Penularan Covid-19, Bupati Sanusi Larang Warganya Bersalaman dan Cipika-cipiki

Sutiaji menyampaikan jika ia sudah memulai amalan doa sejak beberapa hari terakhir. Doa tersebut selalu dilafalkan Sutiaji sebelum melakukan aktivitas kedinasan maupun aktivitas lainnya. Dia pun berharap agar doa tersebut bisa turut diamalkan masyarakat.

"Ya Allah ya Tuhan Kami yang Maha Menyelamatkan. Selamatkan kami dari virus corona. Kami berharap pada bimbingan Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT," ucap Sutiaji melafalkan arti doa yang sebelumnya dilafalkan dalam bahasa Arab.

Dia meminta agar masyarakat melafalkan doa sebagaimana keyakinannya masing-masing. Sehingga, upaya penanganan covid-19 seimbang antara aktivitas di lapangan secara fisik dengan hubungan bersama Tuhan Yang Maha Esa. "Semoga ada gerakan masif dari masyarakat untuk selalu berdoa," tambahnya.

Lebih jauh Sutiaji menyampaikan, cara mengatasi covid-19 telah dilakukan melalui berbagai upaya. Termasuk penerapan disiplin protokol kesehatan. Namun memang angka penambahan kasus tak bisa dihindari. Pasalnya, Kota Malang menjadi salah satu kota tranmisi dengan berbagai aktivitasnya yang sangat sibuk.

Berbagai aktivitas vital seperti roda perekonomian sangat kental bersentuhan dengan Kota Malang. Sehingga, kemunculan klaster di Kota Pendidikan ini bukan hanya klaster keluarga saja, melainkan juga banyak terdapat klaster perkantoran. "Banyak perkantoran sibuk di Kota Malang, baik perbankan maupun aktivitas kelembagaan yang lain," terangnya.

Itu sebabnya, lanjut Sutiaji, perkantoran di Kota Malang senantiasa diminta selalu terbuka dengan kondisi sebenarnya yang terjadi di lapangan. Sehingga tim Satgas akan dengan mudah melakukan proses Tracking.

Baca Juga : Terbaru, Pembangunan Islamic Center sudah Capai 50 Persen

 

Bukan hanya Itu, Sutiaji juga menyampaikan jika persentase Orang Tanpa Gejala (OTG) yang melakukan Swab di Kota Malang jumlahnya tak sedikit. Masyarakat memilih untuk melakukan Swab dibanding harus melakukan karantina selama 14 Hari tanpa mengetahui kondisi sebenarnya.

Kesadaran masyarakat itu pun menjadi salah satu kunci pemberantasan covid-19 di Kota Malang. Namun secara langsung hal itu juga berdampak pada penambahan kasus yang terus mengalami peningkatan. "Dan kasus yang tercatat bukan hanya yang ber-KTP Malang. Tapi siapapun yang domisili Malang dan melakukan swab atau dirawat di Malang itu masuk hitungan kasus di Kota Malang," jelasnya.

Dia berharap kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan covid-19 terus dipatuhi. Dengan harapan, angka penularan bisa terus ditekan.