Hidayat Nur Wahid (Foto:  Media Indonesia)
Hidayat Nur Wahid (Foto: Media Indonesia)

MALANGTIMES - Kasus pembacokan yang dialami imam masjid di Sumatera Selatan (Sumsel) Muhammad Arif kini masih menjadi perbincangan hangat. Sempat menjalani operasi, Muhammad Arif dinyatakan meninggal dunia Senin (14/9/2020).  

Kabar duka tersebut disampaikan melalui laman resmi RRI.  

Baca Juga : Truk Pengangkut Kertas Terguling, Lalu Lintas Surabaya-Malang Sempat Macet

 

"Innalilahi wainnailaihi rojiun telah meninggal dunia imam masjid Nurul iman Kel. Tanjung Rancing, Kec.Kayu Agung, Kab.Ogan Komering Hilir, Prov.Sumatera Selatan. jam 4.30  hari ini Senin tgl 14 sept. 2020. Dibunuh oleh makmum pada saat rakaat pertama sholat subuh."

Peristiwa pembacokan itu terjadi pada Jumat (11/9/2020) di Masjid Nurul Iman, Kelurahan Tanjung Rancing, Kayuagung, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan.  

Siapa sangka, ternyata pelaku merupakan jamaahnya sendiri yakni Mahmudin. Terkait kabar ini, mantan Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid turut mengucapkan bela sungkawa.  

Ucapan itu ia sampaikan melalui akun Twitternya, @hnurwahid, Selasa (15/9/2020).  

Dalam cuitannya, Hidayat Nur Wahid mengatakan agar pelaku dihukum mati. Selain itu, ia juga memperingatkan para umat untuk lebih waspada.  

"Imam Masjid di KayuAgung SumSel Dibacok Parang Saat Imami Salat Magrib, Meninggal di Rumah Sakit. InnaaliLlahiwainnaailaiHirajiun. Laahaula wa laa quwwata illa biLlah. Semoga Allah karuniakan syahadah&alJannah. Pembacoknya dihukum mati. Waspadalah Umat!!!," tulis Hidayat Nur Wahid

 

 

Entah apa maksud dan tujuan Hidayat Nur Wahid menyebut "waspadalah umat". Sontak saja, cuitan Hidayat Nur Wahid ini langsung menjadi kontroversi di media sosial.  

Berbagai kritikan tertuju kepada Hidayat Nur Wahid lantaran menyangkut pautkan kasus tersebut dengan para umat. Mereka menilai Hidayat Nur Wahid justru dianggap memprovokasi umat.

Pasalnya, kasus ini terjadi lantaran adanya kesalahpahaman antara pengurus masjid. Bahkan, tak sedikit yang meminta agar Hidayat Nur Wahid terlebih dahulu membaca beritanya agar tak mudah menyimpulkan. 

@narkosun: "Kompor kompoorrr...."

@dwioktariyadi: "Pak Dayat kenapa selalu bawa2 Umat. Bapak udh baca beritanya, atau berdasar pesan wag. Bpk ini public figur, anggota DPR plus petinggi partai Islam.  Itu keributan sesama anggota takmir masjid shg ada korban yg meninggal. Istigfar pak twieet bgini".

@Bhedoelsz1: "Baca dulu beritanya yang lengkap pak dayat, itu pelaku punya dendam pribadi, jangan ngomporin bawa2 umat".

@iwan_75075: "ni kriminal murni , dayat,,

Baca Juga : Ditusuk Orang Tak Dikenal di Bandar Lampung, Syeikh Ali Jaber Sampaikan Kondisi Terkini

 

gk ada [email protected] ma soal keumatan,, lu gk usah jd provokator deh,, udh basi".

@rentama9: "Mengamplifikasi berita spt ini mencerminkan Anda bukan politisi yg baik".

@Ad1winat4: "Pembacoknya termasuk umat juga, jadi yang perlu waspada umat yang mana, umat pembacok atau umat yang dibacok ? Harus jelas."

Akibat kasus ini Muhammad Arif mengalami luka akibat benda tajam di bagian wajah dan punggungnya. Ia dibacok saat sedang mengimami salat magrib di Masjid Nurul Iman.  

Pelaku dipastikan dalam keadaan normal. Ia tidak mengalami gangguan jiwa saat melakukan kejahatan itu.  

Disampaikan oleh Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Alamsyah Pelupessy, pelaku juga tidak dalam pengaruh obat-obatan.  

"Saat melakukan aksinya, pelaku juga tidak dalam pengaruh obat-obatan atau minuman keras," kata Alamsyah.

Lebih lanjut ia menegaskan jika motif pelaku ialah dendam karena tersinggung saat diminta mengembalikan kunci kontak amal ke bendahara masjid.

Hingga akhirnya pelaku dikenakan pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara lantaran korban sampai meninggal dunia.

Kendati demikian, pihak polisi masih terus kembangkan apakah ada unsur perencanaan dalam peristiwa itu atau tidak.