Tiga oknum yang diduga mencatut nama Disparpora untuk memintai souvenir pelaku usaha diduga untuk keuntungan pribadi (istimewa).
Tiga oknum yang diduga mencatut nama Disparpora untuk memintai souvenir pelaku usaha diduga untuk keuntungan pribadi (istimewa).

MALANGTIMES - Nama Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, sempat dicatut tiga oknum yang diduga pelaku penipuan untuk meminta sejumlah souvenir kepada beberapa pelaku usaha. Para pelaku menyasar pelaku usaha untuk meminta souvenir dengan alasan sebagai cindera mata pada event yang akan digelar.

Tiga oknum yang diduga melakukan penipuan mengatasnamakan Disporapar Kota Malang tersebut, yakni Randy Raysa Alinskie, Angga Pramista dan juga Tina Purnamawati.

Baca Juga : Obat Batuk Hingga Obat Anti Mabuk, Sebabkan Belasan Pelajar di Malang Direhabilitasi BNN

Kepala Disporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni membenarkan jika terdapat oknum yang sempat mencatut nama Disporapar Kota Malang. Namun pihaknya mengakui tidak mengenal yang bersangkutan.

"Iya katanya ada oknum yang mengatasnamakan Disporapar, saya tidak kenal dengan orangnya. Di Disporapar juga nggak ada nama itu (oknum diduga penipu). Divisi sendiri nggak ada itu, itukan istilah swasta," bebernya.

Dijelaskan Ida, sapaan akrab Kepala Disparpora, jika oknum tersebut mengaku mengenal salah satu pegawai Disparpora, yakni Agung Buana yang berada pada bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Karena yang mendapatkan berita atau laporan yang kurang mengenakkan, selanjutnya Agung Buana mencari informasi kontak terduga pelaku dan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi terkait hal tersebut.

"Tapi sudah dipanggil sama Pak Agung belum datang,"ungkap wanita asal Pulau Bali itu saat dihubungi, Sabtu (12/9/2020).

Perihal pencatutan nama Disparpora, pihaknya belum akan melakukan langkah hukum terkait hal tersebut. Namun bilamana terdapat laporan adanya pihak-pihak yang merasa dirugikan, Disporapar akan mengarahkan langsung kepada yang bersangkutan atau terduga oknum yang mencatut nama Disporapar.

"Nggak ke arah situ (ke arah untuk diproses secara hukum). Jadi kita panggil dulu yang bersangkutan (oknum yang mencatut nama Disparpora) bila ada yang dirugikan, masyarakat kita minta untuk langsung berhubungan dengan yang bersangkutan, karena kita atau dinas tidak tahu apa-apa," terangnya.

Kepala Seksi Pengembangan Ekonomi Kreatif, Agung Buana menambahkan pihaknya mendapatkan informasi adanya oknum yang mencatut nama Disparpora dan mengaku dari Divisi Promosi Pariwisata dari para pelaku usaha.

"Ada yang bilang, ada oknum yang ngaku dari divisi promosi bidang pariwisata Disporapar, ada logonya Pesona Indonesia. Mereka datang minta souvernir untuk sebuah kegiatan event. Padahal sekarang kita nggak ada event, hanya virtual," bebernya.

Baca Juga : Bawa Bungkus Makanan Ringan, Pria Berpenyakit Katarak Diringkus Polisi, Modus Baru?

Lebih lanjut dijelaskan Agung, jika divisi promosi itu tidak ada di Disporapar. Yang ada adalah seksi dan bidang. Selain itu, ditegaskannya, jika Disporapar sendiri tidak pernah meminta souvenir atau apapun kepada para pelaku usaha.

"Tiga orang itu meminta souvenir kepada para pelaku usaha mengatasnamakan Disparpora. Kita telusuri, ternyata tidak hanya satu pelaku usaha saja yang mereka sasar, ada juga hotel, travel, toko oleh-oleh dan yang lainnya," bebernya.

Dalam meminta souvenir, mereka menggunakan modus akan menggelar sebuah event bernama Malang Creative Pesona Indonesia, yang di dalamnya ada pemilihan duta-duta wisata.

"Kami keberatan, kami laporkan ke kepala dinas dan kepala dinas juga kaget kok ada yang mencatut nama dinas. Makanya kemarin saya beritahu ke teman-teman yang lain untuk kewaspadaan untuk upaya penipuan. Cuma kita belum tahu apakah sudah ada korban penipuan atau belum," bebernya.

Rencananya, pada Senin mendatang, pihaknya akan memanggil yang bersangkutan untuk meminta penjelasan terkait pencatutan nama Disporapar untuk memintai souvenir kepada para pelaku usaha.