Para Mastah (Foto: Bramastyo Dhieka Anugerah / JatimTimes)
Para Mastah (Foto: Bramastyo Dhieka Anugerah / JatimTimes)

MALANGTIMES - Para pengiklan khususnya Facebook Ads mulai sedikit kerepotan dengan adanya pemberlakuan pajak yang berlaku sejak awal bulan ini. Pasalnya, beriklan di Facebook Ads tidaklah murah, belum lagi untuk yang baru mencoba beriklan menggunakan Facebook Ads. Sekali mencoba beriklan kemudian boncos terkadang justru kapok dan enggan mencoba lagi.

Padahal kalau dikulik lebih jauh, ada banyak pondasi mindset yang perlu ditata sebelum beriklan di Facebook Ads. Belum lagi soal efek dari pemberlakuan pajak pasti semua terkena dampak, baik itu pemula ataupun yang sudah expert. 

Baca Juga : Tak Mau Gagal Uji Teori Saat Urus SIM, Coba Latihan di Aplikasi Ini

Hal itu disampaikan oleh Adhitya Tri Arifianto, salah seorang Mastah Facebook Ads dan Affiliate Marketer yang sudah malang-melintang di dunia online ketika dihubungi Jatim Times.

“Kalau bicara dampak pasti semua terkena dampak, baik pemula maupun yang sudah expert. Tapi perlu diingat, adanya aturan pajak semacam ini, banyak hal positif yang bisa didapatkan para advertiser dalam hal jangka panjangnya. Mungkin di awal-awal ini saja sedikit "kaget" karena masih baru. Nanti kalau sudah berbulan-bulan dan bertahun-tahun, juga tidak akan masalah lagi,” jelasnya.

Aditya juga menambahkan, alternatif buat para pemula supaya membaca dahulu panduan beriklan di Facebook. Jangan buru-buru ikut seminar dan workshop terkait Facebook Ads tanpa adanya pondasi mindset yang kokoh. Akhirnya jika iklan boncos langsung berkesimpulan bahwa itu sebuah kerugian. Pondasi mindset yang belum kokoh justru berpatokan bagaimana untuk mendapat iklan murah, bukan yang berkonversi.

“Sebenarnya yang dicari para advertiser ini apakah mencari iklan yang murah atau iklan yang berkonversi? Facebook menyediakan fasilitas demografi yang begitu detail. Tidak mungkin ada platform beriklan tapi tidak ada panduannya. Jadi buat-teman-teman yang beriklan langsung boncos, coba dievaluasi. Meskipun boncos kan produk jadi lebih dikenal,” tambahnya.

Aditya menyarankan, kepada para pengiklan pemula untuk mempelajari teknik organik terlebih dahulu. Memang tidak bisa dipungkiri jika beriklan bisa lebih meluaskan jangkauan. “Bukan tidak boleh beriklan, tapi untuk awal bisa dimulai dari organic traffic,” ujarnya.

Disamping itu, teman-teman yang sudah expert tentu kondisinya cenderung lebih terstruktur dengan adanya database dan tidak bergantung pada satu platform promosi. Jadi, supaya penjualan tidak lesu hendaknya tetap konsisten, maksimalkan database dan scale up bisnis.

Tanggapan serupa juga disampaikan oleh Mastah FB Ads yang lain, Syera Syailendra. Dirinya berpendapat, apabila pajak ini memberatkan. Belum profit dari biaya iklan sudah harus keluar biaya lagi. Walhasil akan banyak penyesuaian budgeting supaya bisa tetap profit.

Baca Juga : Lagi Viral, Begini Cara Bikin Avatar di Facebook!

“Ya memberatkan sih, kita ngiklan aja belum tentu profit, ini udah ada penarikan pajak. Bayangin misal kita ngiklan Rp 10 juta, udah kena pajak Rp1 juta,” ucapnya.

Di sisi lain, Syera tidak ada masalah apabila penarikan pajak untuk pembangunan negara.

Hanya saja, pemberlakuan pajak ini nantinya juga akan berpengaruh pada kenaikan harga barang, dampaknya nanti akan dialami oleh pembeli. Seperti halnya ketika kita makan di restoran seketika itu akan dikenai PPN 10%. Pemberlakuan itu nanti juga akan dijalankan oleh para penyedia produk di dunia digital.

Pergerakan para pengiklan pemula dengan budget minim juga tidak luput dari sorotan Syera. Dirinya menyarankan agar para pengiklan pemula bermain pada budget kecil dulu dan fokus pada konten-konten viral, karena memang FB Ads identik dengan budget besar supaya profit juga besar.

“Mending main di budget kecil dulu, sama  main konten viral, soalnya kalo FB Ads emang harus gede sih budgetnya, ya minimal sehari Rp 20 ribuan, itu pun leads doang belum tentu closing,” ujarnya menambahkan.