Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Parkir sembarangan disebut-sebut sebagai salah satu penyumbang kemacetan di Kota Malang. Itu sebabnya, Pemerintah Kota Malang beberapa waktu terakhir sempat merencanakan pembangunan parkir vertikal.

Selain untuk mengurangi kemacetan, parkir vertikal diyakini mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang. Karena dengan cara itu, kebocoran terhadap potensi parkir disebut bisa lebih ditekan lagi.

Baca Juga : Jalur Alternatif Pembangunan Jembatan Kedungkandang Tuai Keluhan Pengendara

Namun sampai saat ini, realisasi perencanaan parkir vertikal di Kota Malang nampaknya masih belum terlihat. Meski sebelumnya Wali Kota Malang Sutiaji sempat menyebut jika sudah ada investor asing yang tertarik untuk menerapkan parkir vertikal di Kota Malang.

Setidaknya ada tiga negara, yakni Cina, Singapura dan Jerman yang tertarik menanamkan modalnya untuk parkir vertikal. Sedangkan lokasi alternatif untuk pembangunan area parkir itu bakal ditempatkan di gedung bekas kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Jl Majapahit yang berdekatan dengan Pasar Burung Splendid.

Untuk anggarannya sendiri, besaran biaya yang akan digelontorkan diperkirakan mencapai Rp 10 Miliar. Dengan tinggi gedung delapan lantai dan diprediksi mampu menampung 400 hingga 500 kendaraan roda empat dan dua.

Rencana itupun saat ini kembali ditagih oleh legislatif. Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman menyampaikan, gedung parkir seperti parkir vertikal saat ini sangatlah dibutuhkan. Terlebih tingkat kemacetan di Kota Malang terus bertambah dari tahun ke tahun.

Lantaran jumlah kendaraan yang semakin banyak, namun ruas jalannya masih tetap sama. Selain itu, semakin banyak bermunculan parkir di pinggir jalan dan melanggar aturan.

"Gedung parkir itu bisa diletakkan di kawasan yang ramai, untuk hindari kemacetan juga," katanya.

Kawasan ramai itu menurutnya seperti di dekat area kampus, perkantoran, hingga pusat perbelanjaan. Sehingga, saat ada gedung parkir, masyarakat tak harus antre panjang saat hendak memasuki gedung. Masyarakat juga bisa berjalan kaki.

Baca Juga : Cegah Kemacetan Saat PSBB, Karo OPS Polda Jatim Minta Polisi Antisipasi Hari Kerja

"Pedestrian kita juga sudah banyak yang cantik dan nyaman untuk pejalan kaki," terangnya.

Dia menyebut, setidaknya Kota Malang membutuhkan lima hingga 10 gedung parkir. Lahan parkir disarankan diletakkan di beberapa titik strategis yang juga mempermudah mobilitas masyarakat saat berjalan kaki.

Selain gedung parkir, politisi PKS itu juga menyarankan Pemkot Malang segera membenahi transportasi umum. Sehingga masyarakat kembali memanfaatkan transportasi umum dibanding harus menggunakan kendaraan pribadi.