Terdampak Covid-19, Simpan Pinjam Koperasi di Kabupaten Malang Turun 30 Persen

Sep 07, 2020 20:37
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri Redjeki saat menjelaskan penurunan simpan pinjam di koprasi (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri Redjeki saat menjelaskan penurunan simpan pinjam di koprasi (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penyebaran kasus covid-19 di Kabupaten Malang yang tiap hari terus meningkat, juga berdampak pada simpan pinjam di koperasi. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri Redjeki saat menghadiri agenda Bimtek Perkoperasian bagi Koperasi Wanita (Kopwan), Senin (7/9/2020).

”Penurunannya sekitar 30 persenan, itu disebabkan karena pandemi covid-19,” kata Pantjaningsih saat ditanya perihal berapa angka penurunan simpan pinjam akibat adanya pandemi covid-19.

Baca Juga : Sinyal Pergerakan Ekonomi, Kelompok Bahan Makanan Gerakkan Inflasi

Ketika ditemui di sela agenda Bimtek yang berlangsung di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Pantjaningsih mengaku jika adanya angka penurunan simpan pinjam pada koperasi itu, dikuatkan dari hasil RAT (Rapat Anggota Tahunan). ”Sampai dengan hari ini (Senin 7/9/2020) koperasi yang sudah RAT itu ada 550. Di mana dari hasil RAT itu diketahui jika simpan pinjam mengalami penurunan,” ungkap Pantjaningsih.

Sebagai informasi, jumlah koperasi di Kabupaten Malang jika ditotal mencapai 1.324. Dari jumlah tersebut, 378 di antaranya merupakan Kopwan (Koperasi Wanita). ”Dari 378 Kopwan itu, yang sudah RAT ada 210 koperasi. Tapi jika dihitung secara keseluruhan, sampai dengan saat ini ada 550 koperasi yang sudah RAT,” terang Pantjaningsih.

Sebagai tambahan, dalam serangkaian agenda Bimtek Perkoperasian bagi Kopwan ini dihadiri oleh perwakilan dari 150 Kopwan yang berasal dari 14 Kecamatan di Kabupaten Malang.

Agenda tersebut merupakan acara pertama dari 3 sesi yang telah disiapkan oleh Pemkab Malang. Di mana, dalam sesi 2 dan 3 rencananya bakal diselenggarakan di Kecamatan Pagak dan Pujon.

Baca Juga : Bisnis di Kota Malang Turun 20,78 Persen, UMKM Masuki Era Baru Bangkitkan Ekonomi

Jika ketiga agenda tersebut terealisasi, dijelaskan Pantjaningsih, maka dipastikan seluruh Kopwan atau sebanyak 378 koperasi tersebut, bakal mengikuti Bimtek. ”Dalam Bimtek ini mereka kita latih agar pengelolanya (koprasi, red) bisa tangguh, serta bisa tetap eksis dan terus bertahan. Meskipun tidak bisa dipungkiri semua tetap akan terdampak karena adanya pandemi covid-19 ini,” pungkasnya.

Topik
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang covid 19 di kabupaten malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru