Bisnis di Kota Malang Turun 20,78 Persen, UMKM Masuki Era Baru Bangkitkan Ekonomi

Sep 05, 2020 19:24
Suasana diskusi antara marketplace, konsultan hukum, UMKM dan Ngalup.co. (Hendra Saputra)
Suasana diskusi antara marketplace, konsultan hukum, UMKM dan Ngalup.co. (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Imbas covid-19 tak main-main. Berdasarkan data pendapatan asli daerah (PAD), sektor bisnis di Kota Malang mengalami penurunan sebesar 20,78 persen hingga pertengahan tahun 2020. 

Namun angka penurunan tersebut tidak hanya terjadi di Kota Malang, tapi terjadi hampir seluruh kota di Indonesia. Karena itu, pemerintah Indonesia semakin giat melakukan kampanye berkaitan dengan UMKM go-online.

Baca Juga : Harpelnas 2020, Adira Finance Luncurkan Slogan Baru 'SAHABAT'

Pada  Maret 2020, data dari Nielsen menyebut 30 persen konsumen lebih sering melakukan pembelian daring. Sedangkan 50 persen memilih layanan pesan antar dalam keseharian mereka di masa pandemi. Untuk menunjang UMKM go-online, UMKM harus mampu mandiri dan adaptif dalam transisi konvensional ke online.

Dalam misi membantu UMKM untuk mengaktivasi brand dan mengoptimalkan bisnis melalui platform digital serta media sosial, Ngalup.Co menyelenggarakan acara bertajuk “Digitalisasi Bisnis dan Industri Kreatif di Era Baru".

Rangkaian acara meliputi panel diskusi, sesi konsultasi, serta praktik foto produk. Pada sesi panel diskusi, Ngalup.co menghadirkan narasumber dari salah satu marketplace ternama di Indonesia sebagai tempat untuk mengembangkan bisnis bersama secara digital. 

Kemudian dihadirkan pula salah satu perusahan jasa korporasi hukum ternama di Indonesia yang membahas pentingnya mendaftarkan merek usaha agar pelaku UMKM dapat mengembangkan produk secara aman. Ngalup.co juga menjelaskan mengenai berbagai layanan untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan produk secara digital.

Acara dimulai dari sesi panel diskusi yang dimoderatori  Caesario Prima selaku marketing communication Ngalup.Co . Hadir Furqan Ramdhan sebagai  category development specialist Tokopedia yang membicarakan pentingnya pelaku bisnis dalam memanfaatkan marketplace untuk meningkatkan penjualan online dan mengembangkan bisnis hingga ke seluruh Indonesia melalui platform digital.

Dalam paparannya, Furqan Ramdhan memiliki data bahwa Indonesia adalah negara nomor 6 di dunia yang paling banyak menggunakan internet. Tercatat sekitar 171,17 juta atau 64,8 persen masyarakat tanah air telah menggunakan internet.

"Indonesia nomor 6 di dunia pemakai internet, dan 70 persen seller Tokopedia adalah pebisnis pemula," kata Furqan yang menunjukkan bahwa perkembangan dunia usaha saat ini berubah cara penjualannya menjadi lebih banyak melalui online.

Menuruf Furqan, untuk mengembangkan usaha di dunia online, ada beberapa variabel yang menentukan. Salah satu yang dicontohkan yakni pemberian nama. Sebab,  bisa jadi satu produk dengan jenis sama akan memiliki nama berbeda di setiap daerah di Indonesia.

"Mengembangkan power merchant, ada beberapa variabel yang bisa dilakukan. Salah satunya pemilihan nama karena kita menggunakan sistem. Semisal, ada satu barang tapi penamaan di setiap daerah itu berbeda. Tentunya di sistem yang terlihat biasanya yang paling banyak dicari atau yang terkenal," ungkap Furqan.

Sehingga, dalam hal ini, Furqan benar-benar memberikan pesan kepada para pelaku UMKM agar bisa memaksimalkan nama produk yang akan dipasarkan di dunia online. Terlebih nantinya akan sangat banyak sekali persaingan.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama Anggi Caecariatna, konsultan hukum
Smartlegal, mengenai seberapa penting mendaftarkan merek bagi pelaku bisnis agar mendapatkan perlindungan hukum, hak atas merek, dan penjelasan merek sebagai tanda pembeda.

Baca Juga : Dukung Program Pemerintah Kembangkan UMKM, BCA Salurkan KUR Rp 20 Miliar

"Semakin banyak UMKM di Indonesia, semakin besar pula kemungkinan memiliki merek yang sama. Anggapan bahwa perlindungan merek tidak berdampak secara signifikan, membutuhkan biaya besar dan proses yang panjang membuat pelaku UMKM kurang peduli untuk mendaftarkan merek dagangnya. Padahal, hal ini akan merugikan pelaku usaha UMKM. Sehingga, proses mendaftarkan merek merupakan sebuah langkah awal yang sangat penting dilakukan,” terang  Anggi, sapaan akrabnya.

Setelah sesi panel diskusi, dalam acara ini disediakan aesthetic photo corner bagi para peserta yang ingin mengambil foto produknya masing-masing. Dalam sesi foto produk ini, para peserta juga mendapatkan ilmu mengenai bagaimana cara mengambil foto produk agar bagus dan menarik.

 Semakin bagus foto yang dihasilkan, maka akan membuat orang lebih tertarik dengan produk yang ditawarkan. Selain itu, hasil foto yang profesional akan membuat orang lebih yakin untuk membeli produk.

Selain mendapatkan insight dari sesi panel diskusi yang membahas marketplace sebagai platform penunjang go-online dan pentingnya mendaftarkan merek agar terhindar dari permasalahan hukum, peserta juga mendapatkan free konsultasi merek, konsultasi mengenai marketplace, dan mendapatkan voucher 500K untuk pendaftaran merek, serta free pembuatan video iklan dan foto produk.

Sementara itu, director of Ngalup.co Andina Paramitha mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu para UMKM untuk bisa mengembangkan usahanya dari yang awalnya offline bisa ke arah online. 

"Sebenarnya kan kita konsen banget gimana caranya biar bisa bantu teman-teman UMKM itu yang awalnya offline bisa ke arah online. Karena pandemi itu, kan kita harus sosial distancing. Salah satunya harus menggunakan protokol kesehatan. Nah, untuk teman-teman UMKM yang memang belum menjangkau ke arah online, awalnya mungkin menjangkau di salah satu kota. Dan untuk bisa mengjangkau lebih luas, Jadi mau tidak mau harus mengarah ke online," ungkap Andina.

Untuk mengarah ke online, lanjut Andina, tidak cukup hanya dengan menjual produk yang sekadarnya. "Kami konsen juga untuk membantu arah media manajemen bahkan sampai di marketplace. Untuk bisa di marketplace, kan penting juga namanya merek, nama dari suatu produk. Makanya hari ini kita mendatangkan teman-teman dari salah satu marketplace di Indonesia dan konsultan di Indonesia juga," katanya.

"Jadi yang terpenting adalah motivasi mereka untuk bisa tetap jualan, membantu mereka untuk berjejaring, membantu komunitas untuk bisa sharing bergerak bareng menggunakan digital marketing atau situs-situs online yang mereka bisa manfaatkan mulai dari sosial media," imbuhnya.

 

Topik
Bisnis di Kota MalangBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru