Para punggawa Begundal Lowokwaru yang telah meluncurkan video klip 'From The Patch To The Pin'. (Foto: Jauhar Alfiyan)
Para punggawa Begundal Lowokwaru yang telah meluncurkan video klip 'From The Patch To The Pin'. (Foto: Jauhar Alfiyan)

MALANGTIMES - Salah satu pentolan punk Malang yakni Begundal Lowokwaru membangkitkan semangat para pecinta gigs yang sudah mulai jengah dengan kondisi saat ini dengan meluncurkan sebuah video klip bertajuk 'From The Patch To The Pin'. 

Materi lagu lama Begundal Lowokwaru yang kembali direkam dengan format band sesuai awal terciptanya materi lagu ini dengan aransemen full band. 

Baca Juga : Siap-Siap, Berikut 7 Drama Korea Terbaru yang Akan Tayang September 2020

 

Di mana lagu 'From The Patch To The Pin' sempat juga direkam dan diaransemen dalam bentuk akustik di tahun 2009 yang diluncurkan dalam bentuk EP (Extended Play) Album bertajuk Discomorphosis Akustikapitalis. 

Salah satu pioner Begundal Lowokwaru yang sampai saat ini masih eksis di peredaran musik Underground Malang, dengan nama panggung Indra Binatang mengungkapkan bahwa lagu 'From The Patch To Pin' merupakan materi lagu lama yang menceritakan tradisi punk. 

"Sebagai punk kita nggak boleh tinggalkan tradisi. Sesuai lagu ini, mulai dari patch, terus ada pin, tatanan rambut yang khas, memakai sepatu atau boots," ungkapnya ketika dikonfirmasi pewarta, Minggu (6/9/2020). 

Selain itu juga dikatakan oleh Indra bahwa dalam lagu 'From The Patch To The Pin' juga menceritakan bagaimana tongkrongan pada saat lagu ini dibuat.

"Banyak rekan-rekan dari sub culture seperti skinhead, rudeboys, berbagi tawa, minuman bersama pada saat susah maupun duka," ujarnya. 

Indra menuturkan bahwa lagu 'From The Patch To The Pin' tercipta di tahun 2007 yang liriknya diciptakan oleh dirinya sendiri dengan balutan kunci gitar dasar dari petikan gitar sang vokalis Begundal Lowokwaru, Chipeng.

"Lagu ini sudah disiapkan untuk project album punx is a threat not a fashion tips part 2, tetapi hingga sekarang masih proses. Ya target tahun depan (2021, red) lah keluar," ujarnya. 

Untuk proses penggarapan aransemen ulang lagu 'From The Patch To The Pin', Begundal Lowokwaru menggandeng Creatorikos. Serta untuk penggarapan video klip dikerjakan oleh Jauhar Alfiyan.

Dikatakan oleh Indra bahwa genre yang dibawa oleh Begundal Lowokwaru hingga saat ini dapat disebut 'Street Punk Oi'. Dari situlah band yang terbentuk sejak 1 Januari 1999 ini membuat karya dengan lirik dan lagu yang khas. 

Lebih jauh, berbicara mengenai nama Begundal Lowokwaru sendiri, Indra mengatakan nama tersebut merupakan pengingat bagi kawan-kawannya yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Lowokwaru. 

"Nama itu mudah diingat, terlebih lagi juga ada beberapa teman kita dulu yang menjadi narapidana di LP Lowokwaru," ungkapnya. 

Sejak awal berdiri, sudah ada 7 rilisan fisik yang dikeluarkan oleh Begundal Lowokwaru dalam bentuk kaset pita maupun CD (Compact Disc) yang diawal terbentuknya mereka sangat produktif dengan setiap tahun mengeluarkan album. 

Baca Juga : Top 10 Anime Summer Season 2020 Terbaik Siap Temani Musim Panasmu

 

Di antaranya, tahun 2000 Begundal Lowokwaru telah mengeluarkan album bertajuk 'Street Drunk Rock' dalam format kaset pita. Di tahun 2001 Begundal Lowokwaru kembali mengeluarkan split album bersama The Sardonik band punk oi dari Jogja dalam format kaset pita. Kemudian di tahun 2002 mengeluarkan album bertajuk Suburban Legion dalam format kaset pita. 

Setelah enam tahun berselang tepatnya pada tahun 2008, Begundal Lowokwaru kembali menujukkan eksistensinya dengan mengeluarkan album dalam format kaset pita bertajuk 'Punx Is A Threat Not A Fashion Tips, Part I: Goin Traditional'.

Tak puas dengan itu, di tahun 2009 Begundal Lowokwaru kembali keluarkan EP Album pertama yang dalam format CD dan akustik bertajuk 'Discomorphosis Akustikapitalis'. 

Setelah itu di tahun 2014 Begundal Lowokwaru kembali mengeluarkan album dalam format CD bertajuk 'Nada Sumbang Pinggiran' dengan artwork pada cover album yang menceritakan kehidupan punk sehari-hari. 

Di tahun 2016, Begundal Lowokwaru mengobati rasa kangen penggemarnya dengan mengeluarkan boxset yang didalamnya juga terdapat EP Album dalam format kaset pita bertajuk 'From The Cradle To The Real World'. 

Terakhir di tahun 2020, materi EP Album dengan komposisi 7 lagu akan segera dilaunching oleh Begundal Lowokwaru. "Materinya sudah proses mastering dan mixing semua. Tinggal tunggu momen yang pas untuk launching album kita ini," ujar Indra. 

Hingga saat ini, Begundal Lowokwaru diperkuat oleh 5 personil yakni Chipeng (vokal), Indra (gitar), Agek (bass), Kadek (gitar) dan Samid (drum). 

Berikut link video klip dari Begundal Lowokwaru - From The Patch To The Pin