Ini Beda Air Gun yang Digunakan Pelaku Penembakan di ATM Kawi dengan Air Softgun

Sep 06, 2020 10:27
Ilustrasi air gun (okezone)
Ilustrasi air gun (okezone)

MALANGTIMES - Masih ingat kejadian penembakan di gerai ATM Bank Mandiri  Jalan Kawi, Klojen, Kota Malang, Senin (31/8/2020)? Ya pihak kepolisian menyebut senjata yang digunakan pelaku penembakan merupakan jenis air gun,  bukan merupakan air sofgun.

Pengunaan jenis air gun terungkap setelah petugas menemukan sebuah peluru gotri di sekitar lokasi gerai ATM Bank Mandiri usai kejadian dan saat dilakukan olah TKP. 

Baca Juga : Di Balik Indahnya Luk Songo Tulungagung, Jejak Petrus Hingga Mayat Jatuh

Berbicara mengenai senjata jenis air gun, ternyata tidaklah sama dengan senjata jenis air softgun. Namun sebagian orang  menganggap air gun serupa dengan airsoft gun. 

Namun, bila diamati, kedua replika senjata api ini memang mirip tapi memiliki banyak perbedaan. Perbedaan pertama adalah dari mekanis keduanya.

Air gun menggunakan CO2 agar tekanan peluru yang dimuntahkan cukup kuat dan bisa melebihi dua joule. Sedangkan air softgun menggunakan green gas yang tekannyanya jauh di bawah senjata jenis air gun.

Peluru yang digunakan juga berbeda. Jika senjata air gun menggunakan peluru gotri dengan diameter 6 milimeter atau bulatan logam, airsoftgun menggunakan peluru plastik yang juga berdiameter 6 milimeter, namun tentunya beratnya berbeda dengan berat peluru gotri.

"Kecepatan pelurunya dapat mencapai 600 hingga 1.000 FPS untuk penggunaan air gun. Sedangkan kecepatan peluru airsoft gun ketika ditembakkan hanya sekitar 300 FPS," jelas Yoan Baskara, salah satu pengurus komunitas Airsofter Malang.

Penggunannya pun  harus patut diwaspadai dan tidaklah sembarangan. Sebab, jika dalam penggunaannya tak hati-hati, senjata tersebut cukup berbahaya dan bisa mematikan jika ditembakkan dari jarak dekat.

 Jangkauan air gun sendiri cukup jauh, yakni sekitar 50 meter. Sementara, untuk air softgun, jangkauannya hanya berkisar 15 hingga 20 meter.

Kecepatan peluru air gun yang begitu kencang dan cukup kuat tekanannya akan bisa menghancurkan target di depannya, seperti kaca ataupun kaleng, dengan mudah. Berbanding terbalik dengan air softgun,  target kaca ataupun kaleng tidak  rusak oleh peluru.

Baca Juga : Perhiasan-Perhiasan Unik, Berbentuk Hansaplast hingga Alat Potong Kuku

Menurut Yoan,  kepemilikan air gun juga harus memiliki izin dari dari Perbakin, asosiasi yang menaungi olahraga menembak yang telah diakui pemerintah. Sementara,  penggunaan air softgun bisa memaki izin dari Perbakin ataupun komunitas yang telah diakui.

Mereka yang kedapatan memiliki air gun tanpa izin bisa dijerat dengan Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman 12 tahun penjara.

Dalam Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2012 juga dibahas tentang pengawasan dan pengendalian senjata api untuk kepentingan olahraga. Hal ini juga tertuang dalam Pasal 1 angka 25 Perkapolri Nomor 8 Tahun 2012.

Kemudian, terdapat ketentuan hukum lain yang berkaitan dengan airsoft gun. Pasal 4 ayat (4) Perkapolri 8/2012, airsoft gun dan air gun hanya digunakan untuk kepentingan olahraga menembak reaksi. Sedangkan Pasal 5 ayat (3), airsoft gun dan air gun hanya digunakan di lokasi pertandingan dan latihan.

Sementara Pasal 13 ayat (1) tentang persyaratan untuk dapat memiliki dan atau menggunakan air gun dan airsoft gun untuk kepentingan olahraga telah diatur beberapan poin.byakni memiliki kartu tanda anggota klub menembak yang bernaung di bawah Perbakin, berusia paling rendah 15 tahun dan paling tinggi 65 tahun, sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter serta psikolog. Juga memiliki keterampilan menembak yang dibuktikan dengan surat keterangan yang dikeluarkan Pengprov Perbakin.

 

Topik
Air GunPenembakan di ATM KawiAir SoftgunPolresta Malang Kota

Berita Lainnya

Berita

Terbaru