MALANGTIMES - Bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang, Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) hadir di Kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum). Mengendarai mobil jip berwarna abu-abu dengan atap terbuka SanDi mendatangi KPU untuk melakukan pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang.
Pendaftaran calon juga diikuti oleh deretan mobil mewah yang turut serta menghantarkan SanDi untuk daftar ke Kantor KPU Kabupaten Malang sekitar pukul 13.30 WIB.
Baca Juga : Puan Maharani Bakal Dilaporkan pada Bareskrim, Buntut Polemik Ucapan Soal Sumbar Dukung Pancasila
Bapaslon SanDi yang diusung oleh sokongan enam partai politik (parpol) yakni PDI Perjuangan, Partai NasDem, Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP dan Partai Demokrat ini hadir dengan mengenakan kemeja putih serta berpeci hitam.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Bapaslon SanDi menyerahkan berkas persyaratan kepada Ketua KPU Kabupaten Malang, Anis Suhartini. Setelah diterima, KPU melakukan pemeriksaan berkas kurang lebih dalam waktu satu jam setengah.
Setelah itu Bapaslon SanDi bersama perwakilan dari enam parpol pengusung melakukan konferensi pers terkait pendaftarannya, sore tadi. Dalam konferensi persnya, Sanusi mengungkapkan, bahwa pihaknya sengaja mengawali keberangkatan dari Pondok Pesantren PPAI (Pendidikan Perguruan Agama Islam) Ketapang, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
"Karena PPAI adalah pondoknya ayah saya. Dulu abah mondok di situ, sampai adik saya kecantol di situ menjadi mantunya almarhum Kiai Suaidi," ungkapnya ketika konferensi pers, Jumat (4/9/2020).

Hal itulah yang menjadi alasan Sanusi mengawali keberangkatannya dari Pondok Pesantren PPAI Ketapang yang juga diawali dengan khotmil qur'an dan istighotsah. Terlebih lagi Sanusi mengatakan, bahwa dirinya pada masa kecil sering mengendarai sepeda dengan ayahnya untuk ke Pondok Pesantren PPAI Ketapang, Kepanjen.
Lebih jauh disinggung mengenai strategi pemenangan ke depan, Sanusi mengatakan, bahwa dirinya bersama Didik Gatot Subroto merupakan calon bupatinya rakyat. "SanDi adalah calon bupati nya rakyat. Ssehingga nanti rakyat lah yang harus bergerak untuk mendukung kita," tegasnya.
Sehingga dari hal itu, Sanusi pun mengatakan, bahwa pihaknya optimis akan didukung masyarakat Kabupaten Malang, serta enam partai politik pengusung Bapaslon SanDi.
Baca Juga : SanDi Gemuk, Sanusi: Bukan Khawatir Lawan Penantang, Ini Kebersamaan
Sementara itu, terkait status Sanusi yang masih menjabat sebagai Bupati Malang, pihaknya akan mengajukan permohonan cuti ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020.
"Nanti itu seminggu sebelum cuti, kan mulai tanggal 26 itu cuti, itu kita ajukan. Cuma surat sudah saya buat nanti untuk dikirim ke sana. Tanggal 15 lah kita kirim ke Provinsi (Jawa Timur, red)," pungkasnya.
