Wisatawan saat berswa foto di Kampung Warna-Warni Jodipan, Kecamatan Blimbing Kota Malang. (Ahmad Amin/MalangTIMES).
Wisatawan saat berswa foto di Kampung Warna-Warni Jodipan, Kecamatan Blimbing Kota Malang. (Ahmad Amin/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pasca kurang lebih 6 bulan tutup lantaran pandemi Covid-19, destinasi wisata di Kota Malang perlahan mulai dibuka kembali. Kali ini, salah satu area wisata yang kerap jadi jujugan wisatawan yakni Kampung Warna-Warni Jodipan secara resmi kembali beroperasional hari ini (Jumat, 4/9/2020).

Meski tak sebanyak saat masa sebelum pandemi, di hari pertama operasional sudah tampak antusias dari pengunjung. Bahkan, ada juga yang dari luar Kota Malang yang sudah mendatangi Kampung Warna-Warni Jodipan di kawasan Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Baca Juga : Usai Lakukan Percobaan, Disparbud Kabupaten Malang Bakal Evaluasi Jumlah Wisatawan

 

Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat diterapkan di kawasan ini. Mulai dari tiga pintu masuk utama, wisatawan yang akan masuk wajib cuci tangan di tempat yang disediakan.

Kemudian harus melakukan chek suhu, dan ada peringatan yang secara khusus dibuat oleh pengelola wisata yang bertuliskan kawasan wajib bermasker.

Salah satu pengunjung dari Surabaya, Ana mengatakan suasana berlibur di tengah pandemi kurang membuatnya nyaman. Sebab, ketika berkeliling ke area wisata harus dengan pemakaian masker dan protokol yang ketat seperti jaga jarak.

"Kurang begitu nyaman sih, soalnya kan nggak seperti sebelum-sebelumnya kan kita bebas. Tapi sekarang kita harus pakai masker, masuk juga harus di chek suhu. Memang kalau untuk menjaga kesehatan itu penting, cuma nggak nyaman kayak biasanya," ungkapnya.

Meski masih merasakan kekhawatiran karena berwisata di area umum, namun dengan mengunjungi tempat wisata membuat dirinya bersama rekanannya bahagia. Apalagi, sudah sekian lama ia merasa berdiam diri di rumah saja saat masa pandemi Covid-19.

"Khawatir sebenarnya, tapi senang. Soalnya kita selama pandemi cuma di rumah saja. Aktivitas juga dibatasi, dengan tempat wisata dibuka kan kita juga refreshing lagi, bisa menghilangkan kebosanan di rumah," paparnya.

Sementara itu, Ketua RW 02, Pembina Kampung Warna-Warni Jodipan Kota Malang, Soni Parin mengatakan dengan dibukanya kawasan wisata Kampung Warna-Warni Jodipan ini bukan berarti masyarakat dengan bebas masuk.

Petugas di pintu masuk akan benar-benar memperketat wisatawan, apabila ditemui seorang bersuhu di atas 37 derajat celcius dilarang untuk memasuki kawasan.

Baca Juga : Yuk Naik Dokar Wisata Kota Batu, Tetap Aman dengan Protokol Kesehatan

 

"Terutama itu wajib masker dan harus sehat. Makannya kita ada thermo gun di sana, untuk melihat suhu badan, kalau ada yang lebih 37 kan kurang sehat itu dikembalikan," terangnya.

Termasuk, kuota bagi wisatawan yang masuk juga harus dibatasi dari hari sebelum masa pandemi Covid-19. Jika setiap harinya bisa mencapai pengunjung hingga angka 300-400 per hari, kali ini pihaknya membatasi maksimal separuhnya.

"Untuk kembali normal itu kan pelan-pelan juga.
Jadi kita membatasi, jangan sampai ada wabah atau penyakit masuk ke sini. Kalau sudah banyak pengunjung separuhnya dari hari biasa, tapi saat ini yang bepergian masih jarang," imbuhnya.

Lebih jauh, menyambut wisatawan yang ingin berwisata di sana pihaknya juga telah memoles beberapa spot foto. Tujuannya, agar pengunjung yang datang atau rindu berwisata di Kampung Warna-Warni Jodipan merasakan ada suasana baru.

"Beberapa spot foto sana kita ganti-ganti gambar-gambarnya (mural), biar ganti pemandangan buat mereka," tandasnya.