Tempat kejadian perkara ATM Bank Mandiri di Jalan Kawi (Hendra Saputra)
Tempat kejadian perkara ATM Bank Mandiri di Jalan Kawi (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Akhir Agustus 2020, Kota Malang dihebohkan dengan aksi 'Koboi Jalanan' yang melakukan percobaan perampokan di bilik ATM Bank Mandiri Jalan Kawi, Malang. Namun aksi tersebut berhasil digagalkan meski ada tembakan yang memecahkan kaca dari ATM yang dekat dengan pusat perbelanjaan itu. Aksi menggagalkan percobaan perampokan oleh security dan teknisi PT Tunas Arta Gardatama (TAG) pun mendapatkan apresiasi khusus. 

Walau aksi koboi jalanan itu gagal, Kepala Bank Mandiri Malang, Pitra Dwi mengaku terus berkoordinasi dengan Polresta Malang Kota perihal pencarian terduga pelaku percobaan perampokan dan sempat melakukan tembakan.

Baca Juga : 1.144 Warga Kabupaten Malang Dinyatakan Suspek Covid-19

"Kami sudah berkomunikasi dengan pak Leo (Kapolresta Malang Kota) untuk mengungkap kasus ini. Saat ini kami serahkan semua kepada pihak berwajib," ujar Pitra.

Di sisi lain, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menyampaikan, untuk mendalami kasus ini akan memanggil unit Labfor Polda Jatim guna memeriksa proyektil peluru yang memecahkan kaca di ATM dan ditemukan di TKP. 

“Kami akan olah TKP dengan libatkan Labfor Polda Jatim untuk mengetahui jenis senjata dan peluru yang digunakan,” jelas Leo.

Beruntung dari aksi itu tidak ada korban jiwa. Tapi, bilik ATM Bank Mandiri mengalami pecah kaca bagian bawah. Sementara ini lokasi kejadian hingga saat ini masih dipasangi garis polisi.

Untuk mengantisipasi kejadian agar tidak terulang, Pitra Dwi mengatakan, bahwa pihaknya juga berkoordinasi dengan vendor dalam hal ini untuk pengisian uang atau maintenance mesin ATM agar lebih kewaspadaan lebih ditingkatkan kembali.

Baca Juga : Kasus Peretasan Data Pribadinya Belum Usai, Denny Siregar Tuntut Telkomsel Rp 1 Triliun

"Nah ini yang jadi pemikiran kami, apakah pelaku kejahatan itu melakukan hal itu hanya kepada ATM Bank Mandiri atau justru ke semua ATM bank lainnya. Ini yang kami bicarakan bersama baopk Kapolresta supaya hal itu tidak terulang," jelasnya.

Untuk diketahui, prosedur maintenance mesin ATM sendiri memang hanya dilakukan satu teknisi dan satu security untuk menjaga di luar bilik ATM. Sementara untuk pengisian uang, ada tambahan satu anggota Kepolisian dengan menggunakan senjata.