Ilustrasi UMKM (foto dok MalangTIMES)
Ilustrasi UMKM (foto dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Malang menyebut perbankan cukup kesulitan dalam menyalurkan stimulus dari pemerintah yang digunakan untuk mendorong usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terimbas pandemi Covid-19.

Pemerintah mendorong usaha mikro kecil menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19 dengan menyiapkan anggaran yang disalurkan melalui perbankan. Akan tetapi, saat ini masih ada kesulitan tersendiri dari perbankan karena UMKM sendiri sebenarnya masih khawatir dengan perekonomiannya jika kondisi wabah seperti ini tidak kunjung usai.

Baca Juga : Singgung Krismon 1998, BI Malang Harap Stimulus untuk Pekerja Swasta Bisa Membantu

Kepala KPw BI Malang Azka Subhan mengatakan bahwa secara nasional anggaran sejumlah hampir Rp 700 triliun diberikan pemerintah melalui perbankan sebagai stimulus mendorong UMKM dalam pemulihan ekonomi di sisa tahun ini agar tidak masuk ke jurang resesi.

"UMKM itu ada 2 jalur yang melalui pemerintah, ini jadi secara nasional itu hampir Rp 700 triliun. Bank Indonesia meng-create uang melalui penjualan surat-surat berharga obligasi itu hampir Rp 397 triliun, itu uang yang di-create Bank Indonesia bersama pemerintah sekitar Rp 500 digabung itu untuk kegiatan khusus pemulihan ekonomi (karena) Covid-19. Jadi ya kesehatannya, ekonominya, semuanya untuk menggerakkan," ungkap Azka.

"Dari Rp 700 triliun itu ada sekitar berapa ratus triliun yang disalurkan melalui perbankan untuk mendorong UMKM yang terimbas, itu ada dananya cuma perbankan ya bilang gimana mau menyalurkan sekarang saja susah. Tapi saya tetap berpesan kepada perbankan bagaimana pun caranya harus bisa karena yang sudah diamanahkan bisa segera tersalurkan," imbuhnya.

Oleh karena itu, Azka berharap ada kesinambungan antara UMKM dan perbankan dimana dalam prosesnya nanti pemulihan ekonomi yang diharapkan bisa segera terjadi dan daya beli masyarakat kembali normal. "Transmisinya ke bawah itu yang harus segera cepat, sehingga rakyat tetap bisa bertahan menerima bantuan itu," harap Azka.

Baca Juga : Promo Kemerdekaan Taman Tirta Malang Diburu, per 20 Agustus 15 Unit Taman Tirta Malang Terjual

Menurut Azka, UMKM sempat menjadi katup penyelamat ketika permasalahan ekonomi di tahun 1998 dan 2008, namun sekarang justru menjadi korban kondisi wabah Covid-19. Akan tetapi ia berharap inflasi masih bisa terkendali.

"Terus terang perkiraannya agak berat. Kemarin itu inflasi turun, ya karena tidak ada pendapatan gimana mau beli, daya beli turun gimana mau kenaikan kalau yang beli saja berkurang. Tapi makin kesini bisa dimungkinkan pasti naik, tapi masih terkendali," tutupnya.