Singgung Krismon 1998, BI Malang Harap Stimulus untuk Pekerja Swasta Bisa Membantu

Aug 31, 2020 19:07
Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan saat menghadiri Festival Mbois 5 (Hendra Saputra)
Kepala Perwakilan BI Malang, Azka Subhan saat menghadiri Festival Mbois 5 (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Pandemi Covid-19 membuat sejumlah perusahaan harus merasakan bagaimana menurunnya omzet penjualan karena daya beli yang menurun sangat drastis. Bahkan ada juga perusahaan yang harus merelakan karyawannya untuk berhenti dari pekerjaan karena Income yang tidak mencukupi.

Dengan adanya stimulus dari pemerintah di mana akan ada bantuan bagi pekerjaan swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta, Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Azka Subhan berharap bantuan tersebut bisa sedikit membantu perekonomian masyarakat.

Baca Juga : Apartemen The Kalindra Malang Terjangkau Buat Kalangan Muda Perkotaan

"Yang menengah ke atas, secara ekonomi sebisa mungkin membelanjakan, dan mereka punya tabungan yang cukup kuat, dengan belanja mall dibuka, pasar dibuka, beli lukisan apa di sini bisa dijual barang seni dan budaya, itu bisa menggulirkan ekonomi terutama yang menengah ke atas. Yang menengah ke bawah susah, dia kerjaan ada yang di PHK, ada yang dirumahkan. Apa yang bisa dilakukan pemerintah ya itu tadi bantuan sosial, kemudian pekerja dengna gaji di bawah 5 juta mau dikasih 600 ribu perbulan. Nah itu stimulusnya harus dibantu itu, karena tidak bisa bekerja atau berkurang pekerjaannya," papar Azka.

Dalam hal ini, Azka menyinggung permasalahan ekonomi yang dulu juga sempat melanda Indonesia. Seperti krisis moneter tahun 1997/1998 yang hampir membuat Indonesia jatuh di ambang kemiskinan karena kala itu rupiah bergerak sempoyongan.

"Dulu masalah ekonomi tahun 1998, yang belum jauh kemudian 2008 keadaan krisis ekonomi itu disebabkan persoalan-persoalan ekonomi. Karena dulu perusahaan di tahun 1998 besar dalam portofolio, valuta asing (valas), kemudian depresiasi berat. Lalu kemarin persoalan datanganya efisien premier di Amerika, itu persoalan ekonomi yang menyebabkan krisis ekonomi," ungkapnya.

Di tahun 2020 ini, Azka menyebut ada kejadian luar biasa yang membuat permasalahan ekonomi menjadi satu hal yang cukup berat, yaitu wabah Covid-19 yang membuat semua jenis perekonomian bisa dikatakan jatuh karena daya beli masyarakat yang cukup menurun. "Tahun ini yang menyebabkan masalah ekonomi, saya belum berani ngomong krisis masalah ekonomi, itu faktor kesehatan," ujarnya.

Lanjut Azka, untuk membuat ekonomi kembali lebih baik adalah meningkatkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) sehingga masyarakat bisa bergeliat kembali untuk memulihkan perekonomiannya. Akan tetapi saat ini justru berbeda, karena UMKM menjadi korban dari permasalahan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga : Mulai Soeharto hingga Jokowi, Siapa Sesungguhnya "Bapak Utang" Luar Negeri Indonesia?

"UMKM dulu menjadi katup penyelamat ketika 1998 dan 2008, sekarang menjadi korban di antaranya adalah pekerja seni. Tapi mudah-mudahan itu masih terkendali inflasinya, terus terang perkiraannya agak berat. Kemarin itu inflasi turun, ya karena tidak ada pendapatan gimana mau beli, daya beli turun gimana mau kenaikan kalau yang beli saja berkurang. Tapi makin ke sini bisa dimungkinkan pasti naik, tapi masih terkendali," kata Azka.

Sebagai informasi, inflasi di Kota Malang pada Juli 2020 yang mencapai 0,06 persen mengindikasi bahwa ekonomi di daerah tersebut mulai menggeliat di era pandemi Covid-19. Sementara Jawa Timur dan nasional mengalami deflasi masing-masing sebesar -0,29 persen (mtm) dan -0,10 persen (mtm).

Topik
Krisis Ekonomi BI Malang Stimulus Perekonomian Nasional

Berita Lainnya

Berita

Terbaru