Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Malaikat Jibril, sebagai malaikat yang selalu menyampaikan wahyu untuk utusan Allah SWT tentu banyak dikenal umat Muslim. Di dalam Al-Qur'an, Malaikat Jibril setidaknya disebutkan dua kali yaitu pada Surat Al-Baqarah ayat 97-98 dan Surat At-Tahrim ayat 4.

Dalam berbagai riwayat dan hadits sahih, keberadaan Malaikat Jibril selalu disampaikan. Terutama ketika menyampaikan wahyu kepada Rasulullah SAW. 

Baca Juga : Kisah di Balik Terbunuhnya si Kakek Buta di Depan Nabi Musa dan Pelajarannya

Misalnya saat pertama kali menyampaikan wahyu, Malaikat Jibril menunjukkan wujud aslinya. Itu menjadi sebuah kebesaran yang ditunjukkan kepada Rasulullah SAW.

Lantas, berapa sebenarnya usia Malaikat Jibril? Dalam kitab Maulid Simthudduror karya Al Aarifbillah Al Qutbil dijelaskan bahwa suatu ketika, Rasulullah SAW pernah bertanya mengenai usia Malaikat Jibril. Maka Malaikat Jibril menunjuk sebuah bintang di langit dan berkata, “Wahai Rasulullah SAW, tahukah engkau dengan bintang itu?”

“Kenapa dengan bintang itu?” jawab Rasulullah SAW.

“Bintang itu hanya dapat dilihat 70 ribu tahun sekali, dan aku sudah melihatnya sebanyak 70 ribu kali. Maka itulah umurku ya Rasulullah SAW,” jawab Jibril.

Lalu Rasulullah SAW kembali bertanya, “Tahukah engkau siapa bintang itu?”

Malaikat Jibril menjawab, “Hanya Allah dan Rasulullah SAW yang tahu.”

“Ketahuilah, bahwa bintang itu adalah aku,” jawab Rasulullah SAW.

Baca Juga : Kabar dari Rasulullah SAW, Ini Amalan Zikir yang Ampuh Sembuhkan 99 Jenis Penyakit

Berdasarkan cuplikan percakapan itu, maka secara hitungan manusia dapat disebut jika usia Malaikat Jibril saat terjadi percakapan dengan Rasulullah SAW ketika itu adalah 70 ribu dikalikan 70 ribu, yaitu 4,9 Miliar tahun. Namun itu hanyalah hitungan manusia. Sehingga yang Maha Mengetahui sesungguhnya adalah Allah SWT.

Selama menyampaikan wahyu dari Allah SWT, Malaikat Jibril selalu berwujud manusia. Namun juga pernah menunjukkan wujudnya yang asli, yaitu dengan sekitar enam ratus sayap. Hal itu berdasarkan pada HR Bukhari Muslim.