Kisah di Balik Terbunuhnya si Kakek Buta di Depan Nabi Musa dan Pelajarannya

Aug 26, 2020 08:42
Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Berbagai kejadian pernah dilihat dan disaksikan langsung oleh para Nabi Allah SWT. Tanpa kecuali Nabi Musa, yang beberapa kali melihat kejadian luar biasa di sela ia mendapatkan wahyu dari Allah SWT.

Salah satu kisahnya itu adalah saat Nabi Musa melihat langsung terbunuhnya kakek buta di hadapan matanya. Kisah itu terjadi saat Nabi Musa berada di kawasan Tursina.

Baca Juga : Kabar dari Rasulullah SAW, Ini Amalan Zikir yang Ampuh Sembuhkan 99 Jenis Penyakit

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, saat menunggu di Tursina, Nabi Musa dihadapkan dengan banyak kejadian yang menimpanya. Salah satunya adalah turunnya wahyu setiap hari sampai sempurna 40 hari.

Ada beberapa kasus di hari ke 37 di mana Nabi Musa minta diperlihatkan Allah SWT. Saat itu Nabi Musa berkata, "Ya Allah dzat yang Maha Adil. Aku ingin sekali melihat keadilanmu. Kasus apa di muka bumi ini yang aku lihat dengan mata kepala lalu kemudian aku lihat keadilan-Mu,".

Lalu Malaikat Jibril datang dan berkata, "Hai Musa, Tuhanmu berkata, kau tidak akan bisa sabar kalau kau lihat langsung kejadian, lalu kau menilai langsung keadilan Allah SWT,".

Lalu Nabi Musa kembali berkata, "Saya akan coba memahami dengan taufik dari Allah SWT,".

Maka saat itu Musa diminta mendatangi sumber air terdekat. Perintahnya hanya meminta Nabi Musa melihat mata air tersebut. Di sana Musa melihat seorang yang menaiki kuda.

Begitu tiba di sumber air, orang tersebut minum air tersebut. Singkat cerita, kantong berisi dinar yang berada di pinggang orang berkuda tersebut jatuh. Orang tersebut tak menyadari itu dan kembali menunggangi kudanya lalu pergi.

Tak lama, datang anak kecil yang belum baligh minum air di sumber tersebut. Kemudian melihat ada kantong dan membawanya pergi.

Kemudian muncul orang ke tiga. Dia seoarang musafir yang buta dan mampir ke sumber air saat mendengar suara air. Dia minum di sumber tersebut, lalu mengambil wudhu dan salat.

Waktu datang orang buta yang melaksanakan salat, datanglah pria yang menunggangi kuda yang kehilangan kantong dinar. Dia bertanya kepada orang buta yang sudah tua tersebut. Kakek buta pun menyampaikan jika dia sama sekali tak mengetahui keberadaan kantong tersebut. Sedangkan penunggang kuda keukuh menyebut jika hanya kakek buta tersebut yang berada di sumber air tersebut dan mengambil kantongnya yang jatuh.

Keduanya pun terlibat pertengkaran, hingga akhirnya sang kakek buta dibunuh oleh penunggang kuda tersebut. Lalu si penunggang kuda meninggalkan kakek buta.

Baca Juga : Kisah Dua Utusan Allah SWT yang Menolak Diberi Umur Panjang

Nabi Musa yang melihat kejadian itu berkata, "Ya Allah, saya tidak bisa sabar. Saya mau tahu kasus apa yang sebenarnya terjadi,".

Menurut kacamata Nabi Musa saat itu, yang salah dalam kasus tersebut adalah anak kecil yang mengambil kantong tersebut. Sehingga kakek buta dibunuh oleh penunggang kuda tersebut.

Di tengah kebingungan itu, Malaikat Jibril mendatangi Nabi Musa dan berkata, "Hai Musa, Allah mengirim salam kepadamu dan mengatakan kepadamu, kalau kau memang tidak bisa sabar, karena manusia tergesa-gesa menghakimi, tapi begini ceritanya wahai  Musa. Si anak kecil itu adalah orang yang benar. Dari tiga orang ini, yang paling benar adalah anak kecil. Anak kecil itu, punya seoarng ayah yang pernah didholimi oleh dua orang itu. Pernah ayah si anak itu, bekerja kepada si penunggang kuda dan tak dikasih gajinya yang jumlahnya sama dengan isi kantong itu. Lalu Allah kembalikan haknya si mayit, yaitu ayah anak yang sudah mati itu dengan hikmahnya,".

"Lalu bagaimana dengan orang buta?," tanya Nabi Musa.

"Ayahnya si anak ini, selain didholimi oleh penunggang kuda dia juga mati terbunuh dan yang membunuhnya si buta. Maka Allah datangkan si dhalim untuk membunuh yang dhalim,".

Itulah keadilan yang ditunjukkan Allah dan berat hukuman yang diberikan. Maka umat muslim harus paham akan hukuman yang diberikan oleh Allah SWT atas dosa yang dilakukan.

Dalam Al-Quran, Allah SWT berkata, "Orang-orang itu kafir dan munafik, orang-orang ahli maksiat ini, mereka mengatur tipu daya. Dan saya punya tipu Muslihati dengan mereka,".

 

Topik
riwayat nabi Musakisah nabikisah nabi musakisah islami

Berita Lainnya

Berita

Terbaru