MALANGTIMES - Di masa pandemi Covid-19 yang masih belum diketahui kapan berakhirnya, Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), menerapkan konsep Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berbeda. Jika pada tahun-tahun atau waktu-waktu sebelumnya para mahasiswa ditempatkan atau dikirim ke beberapa lokasi desa atau kecamatan, kali ini tidak.
Para mahasiswa diberikan kelonggaran untuk melakukan KKN didaerahnya masing-masing. Mahasiswa boleh menerapkan program Tri Dharma Perguruan Tinggi saat pulang kampung di lingkungan rumah masing-masing.
Baca Juga : Unikama Gelar Webinar Nasional, Undang Menkominfo hingga Kemendikbud
Hal ini tentunya juga sebagai upaya dalam membantu masyarakat dan pemerintah mempersempit serta memutus potensi penularan Covid-19 dengan melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing.
Mahasiswa dari berbagai program studi yang ada di Unikama bisa ikut memberikan kontribusi aksi nyata maupun keilmuan mereka kepada masyarakat dalam menerapkan kebiasaan dan kegiatan positif menyongsong Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal.
Seperti yang dilakukan mahasiswa asal Jatiguwi yang merupakan mahasiswa KKN Unikama kelompok 8. Mereka melakukan KKN di daerahnya sendiri di Desa Jatiguwi Kecamatan Sumber Pucung Kabupaten Malang di bawah bimbingan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Chandra Sundaygara.
Kegiatan KKN kelompok ini mengusung tema “Mengembangkan Potensi Masyarakat Desa Jatiguwi untuk Meningkatkan Produktifitas Ekonomi di Masa New Normal” sehingga berimbas pada kesejahteraan masyarakat.
Selain fokus pada meningkatkan taraf perekonomian masyarakat, dalam kegiatan KKN mahasiswa Unikama, juga menekankan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar mengenai perilaku hidup bersih dan sehat dengan pembuatan fasilitas pendukungnya.
Baca Juga : Unikama Dapat Dana Bantuan Pembelajaran Jarak Jauh dari Kemendikbud
Salah satunya upaya yang dilakukan, yakni dengan pembuatan tempat cuci tangan dan pembagian sabun cuci tangan kepada masyarakat setempat. "Bukan hanya itu saja. Pembagian masker secara gratis kepada masyarakat sebagai salah satu cara pencegahan Covid-19 juga dilakukan," ungkap Muhammad Bashori Anwar, anggota kelompok 8.
Bukan hanya fokus dalam penanganan terkait kesehatan saja. Di Desa Jatiguwi, mereka juga fokus dalam membuat lingkungan sekitar menjadi asri dengan penanaman pohon-pohon, termasuk mengedukasi masyarakat dalam budidaya pohon kanthil, pohon puring, pohon pucuk merah, pohon hanjungan, bonsai, serta tata cara menanam disekitar rumah masyarakat.
"Dengan ini tentu diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber untuk memacu produktivitas masyarakat dalam masa pandemi maupun seterusnya. Diharapkan juga dengan kegiatan ini, Unikama semakin dikenal luas dan dapat memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat," pungkasnya.
