Liburan di Yogyakarta, Pameran Tunggal Timbul Raharjo Bisa Jadi Alternatif Wisata Edukasi Akhir Pekan Ini

Aug 28, 2020 08:40
Salah Satu Karya Timbul Raharjo (Foto: IG @timbulraharjo)
Salah Satu Karya Timbul Raharjo (Foto: IG @timbulraharjo)

MALANGTIMES - Bagi penggemar karya seni rupa, pameran tunggal dari dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Timbul Raharjo pada Minggu (30/8/2020) besok bisa jadi pilihan alternatif mengisi libur akhir pekan. Sesuai rencana, Timbul Raharjo akan menggelar karya-karyanya di Museum Sonobudoyo Yogyakarta selama lima belas hari mendatang. 

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Timbul Raharjo tahun ini rencananya akan menggelar hasil karyanya dalam dua model pameran. Mengingat Jogja masih dalam siaga Covid-19, pagelaran kali ini juga akan dijadwalkan secara daring.

Baca Juga : Gunung Bromo akan Kembali Dibuka 28 Agustus 2020, ini Batasan Pengunjungnya

Dengan mengambil tajuk Me, Myself, & I #3, dalam pameran yang akan digelar hingga tanggal 15 September mendatang ini Timbul akan menampilkan 50 karya mutakhirnya. “Tema ini menyampaikan bahwa seni mempunyai makna yang sangat luas baik yang dapat digolongkan ke dalam dunia fine art maupun dunia plat AD,” terangnya dalam rilis. 

Lebih lanjut, perupa bergelar doktor ini mengumpamakan kata “gender” yang kalau diterjemahkan secara harfiah bahasa Indonesia dapat berati banci atau waria. Namun menurutnya, dalam dunia seni yang ia maksud dapat mempunyai makna dua sisi baik A maupun B. 

Dari pemaknaan ini, menurutnya seni bisa masuk ke dalam bidang ekonomi yang berarti seni dan perdagangan. “Dunia seni itu bisa menyatu untuk menjadi satu bidang ilmu yang dapat masuk ke dunia ekonomi,” terangnya.

Selain sebagai pertunjukan hasil eksplorasi seni, Timbul juga berharap pameran kali ini dapat dijadikan sebagai titik balik dalam pemulihan dunia pariwisata, khususnya di Jogja yang mengalami pandemi akhir-akhir ini. 

Untuk pelaksanaan secara luring, panitia sudah menyatakan siap dalam penerapan protokol kesehatan dan dengan pengaturan jumlah pengunjung yang datang.

Baca Juga : Ingin Berwisata ke Gunung Bromo di Tengah Pandemi? Ini Syarat Wajib Bagi Traveller

Mengenai model pertunjukan yang menggunakan dua metode, lebih lanjut Timbul menjelaskan bahwa internet bisa menjadi sarana penting dalam menikmati pameran. Namun karena seni juga membutuhkan pengamatan secara langsung agar rasa dan jiwa yang dipancarkan dari sebuah karya dapat dinikmati, maka konsep luring tetap sangat diperlukan. 

“Boleh jadi pameran ini memunculkan prasangka negatif sebab dianggap termasuk ranah fine art meskipun menggunakan cara-cara penciptaan yang sama,” pungkasnya menjelaskan.

Topik
pameran seni rupawisata Yogyakartalibur akhir pekan
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru