MALANGTIMES - Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) belakangan ini menjadi sorotan publik. Pasalnya Ahok dinilai gagal dalam menangani perusahaan minyak milik negara itu.
Diketahui, PT Pertamina telah mengalami kerugian mencapai Rp 11 triliun. Hal ini lantas membuat Ahok sebagai Komut mendapat kritikan dari beberapa pihak.
Baca Juga : BLT Rp 600 Ribu untuk Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Diresmikan Jokowi Besok
Saat harga minyak dunia anjlok, harga BBM di Indonesia tak mengalami penurunan, terutama premuium dan pertalite.
Kegagalan itu lantas disoroti oleh Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie.
"Minyak anjlok 0 dollar harusnya BBM ikut turun. Di Cina saja Sinopec justru labanya naik dari 14,76 miliar yuan jadi 19,78 miliar yuan. Begitu pun di negeri Kincir Angin Belanda," kata Jerry.
Sebelumnya ekonom Rizal Ramli sudah memperingatkan jika Ahok kurang tepat dan kurang kompeten di Pertamina.
Namun, kata Jerry peringatan itu tak dihiraukan dan buntutnya sekarang perusahaan minyak tersebut justru buntung.
Menurut Jerry Ahok telah mencatatkan sejarah kelam, di mana 10 tahun terakhir rugi besar. Terkait hal ini, Jerry lantas mempertanyakan apakah Ahok akan secara gentlemen mundur dari jabatan atau justru akan diturunkan.
Baca Juga : Pertamina Merugi, Presiden Jokowi Diminta Copot Jabatan Ahok Cs
"Tapi apakah dia akan gentlemen mundur? Kalau saya jadi dia saya bakal mundur. Persoalannya di bangsa ini jarang ada pejabat gagal lantas mengundurkan diri," kata Jerry.
Lebih lanjut, Jerry mengatakan jika Ahok harus bertanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh Pertamina.
“Kalu bukan dia siapa lagi yang tanggung jawab?,” kata Jerry.
