Malangtimes

Tak hanya Seleksi Administrasi, Jalur Mandiri UIN Malang Ada Seleksi Baca Tulis Alquran

Aug 24, 2020 19:53
(paling kanan, pegang mic) Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang, Prof Dr M Zainuddin MA. (Foto: Humas)
(paling kanan, pegang mic) Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang, Prof Dr M Zainuddin MA. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Tata cara ujian untuk penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berbeda dengan tata cara ujian di perguruan tinggi lain. Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr M Zainuddin MA menuturkan bahwa tata cara ujian yang disiapkan oleh panitia merupakan terobosan baru yang hanya digunakan di UIN Malang. 

Pasalnya, sebagian besar kampus lainnya hanya menggunakan seleksi administrasi seperti nilai rapor. "Tapi kita kan selalu ingin input yang berbeda, maka ada seleksi baca tulis Alquran," ungkap Guru Besar Sosiologi Agama itu.

Baca Juga : Kompak, 10 Kampus UIN Wadul ke DPD RI: Susah Buka Prodi Umum

Selain itu, pelaksanaan ujian mandiri sebagai jalur terakhir masuk perguruan tinggi di UIN Malang tahun 2020 ini dilaksanakan secara daring atau online dengan menggunakan aplikasi zoom. UIN Malang menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang melakukan seleksi mandiri tulis dengan sistem daring atau online. "UIN Maliki melalui panitia seleksi online tetap melakukan seleksi dengan interview meski dilakukan secara daring," imbuhnya.

Semua upaya ini, kata dia, dalam rangka untuk menghasilkan input mahasiswa yang bermutu, sehingga proses seleksi mandiri online ini harus dilakukan dengan baik. Uji coba penerimaan mahasiswa baru dengan sistem online sudah dilakukan di jalur lain, misalkan jalur SNMPTN, SBMPTN, SPANPTKIN, dan UMPTKIN.

Total 236 personel yang dipilih untuk menyukseskan pelaksanaan ujian tahap akhir bagi calon mahasiswa baru ini. Mereka terdiri atas 120 penguji dan 116 operator. Agar tidak ada kendala, seluruh operator diberi pelatihan di Aula Gedung C lt. 3, Senin (24/8/2020).

Dalam arahannya, Prof Zain sapaan akrab Prof Dr M Zainuddin meminta kepada seluruh yang bertugas baik panitia, maupun operator serta penguji tetap menjalankan ujian ini dengan jujur dan adil serta tetap memperhatikan protokol kesehatan. "Siapapun yang bertugas harus tetap memperhatikan protokol kesehatan," tegasnya.

Kepala Bagian Administrasi Akademik (BAK) UIN Malang Imam Ahmad menjabarkan bahwa setiap operator bertanggung jawab untuk 20 peserta. Tak hanya mengatur keluar-masuk peserta melalui ruang ujian virtual, operator juga wajib memvalidasi data. “Operator berhak menggugurkan peserta yang datanya tidak sesuai, jadi mereka tidak lolos ke tahap ujian bersama penguji,” katanya.

Baca Juga : Poltekkes Kemenkes Malang Transformasi Jadi Institut Teknologi Kesehatan

Sebagai ganti Lembar Jawaban Ujian, operator wajib merekam jalannya ujian melalui laptop masing-masing. Hal ini, kata Imam Ahmad, akan menjadi bukti panitia jika ada orang tua calon maba yang protes karena anaknya tidak lolos di saat hari pengumuman. "Selain itu, ada juga keharusan mengisi berita acara secara manual seperti pada ujian biasanya," imbuhnya.

Menurut data panitia, per 24 Agustus 2020 pukul 09.00 WIB, sudah ada 3.119 calon maba yang melakukan registrasi untuk ujian Jalur Mandiri. Dengan begini, ujian akan dilakukan selama dua hari. "Namun jika sampai hari terakhir pendaftaran peserta menembus 5.000, maka ujian akan dilaksanakan hingga Sabtu (29/8/2020)," tandas Imam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru