Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

MALANGTIMES - Sejak pandemi Covid-19 mulai masuk Indonesia, istilah staycation marak dipakai. Terutama bagi mereka yang ingin tetap liburan dengan menikmati layanan di dalam hotel.

Berbagai paket staycation pun ditawarkan, termasuk juga paket untuk isolasi mandiri bagi karyawan yang harus bertugas di luar kota. Faktor kebersihan, menjadi salah satu poin penting lingkungan hotel tempat staycation ataupun isolasi mandiri.

Baca Juga : Hotel Aria Gajayana Check-in Lama, Kata Netizen Ijen Suites dan Santika Menu Sarapan Pelit

Hotel-hotel di Kota Malang pun memberlakukan paket serupa. Sebelum memutuskan menginap di mana, ada baiknya pengunjung melihat ulasan-ulasan tamu hotel sebelumnya yang sudah menginap di hotel tujuan.

Dalam seri laporan khusus (lapsus) Rating vs Review Hotel di Malang ini, MalangTIMES berusaha menyajikan secara berimbang plus-minus layanan hotel di mata tamu, berdasarkan jejak ulasan mereka di aplikasi online travel agent (OTA) maupun Google Review.

Dalam tulisan sebelumnya, ada tiga hotel bintang empat yang diulas yakni Hotel Aria Gajayana, Ijen Suites, dan Santika Premier. Untuk tulisan ke empat ini, ada ulasan untuk tiga hotel lain yakni Atria Hotel, The 1O1 Malang OJ, serta The Balava.

Ketiganya mendapat rating bagus di layanan OTA, tetapi tetap saja ada pengalaman-pengalaman kurang menyenangkan bagi sebagian pengunjung. Hal-hal yang mungkin bagi sebagia orang remeh, bisa mengganggu dan mengurangi kualitas staycation bagi pengunjung lain.

Atria Hotel misalnya, di hotel ini pun ada salah satu review dari salah satu pengguna OTA yang mengatakan bahwa petugas tak cukup membantu tamu hotel untuk mendapatkan room yang diinginkan agar puas dengan pelayanannya.

"Saya dapat kamar tanpa jendela, sangat tidak layak untuk dijual. Tidak ada pilihan karena saya check in jam sekitar 00.30 WIB. Tidak ada kompensasi apapun dari pengelola hotel. Hal lain, tidak ada floor drain di kamar mandi, kran jetspray bocor, air menggenang didepan pintu, sangat tidak nyaman. Sangat mengecewakan," tulis Yofianto.

Berlokasi di Jalan Letjend S Parman, Atria Hotel mendapat 4,5 dari lima bintang di Google Review dari 6.729 ulasan, 8,7 dari 10 di Traveloka dari 6.086 ulasan, 8 dari 10 di Agoda dari seribu lebih ulasan.

Salah satu pengunjung, mengungkapkan bahwa dirinya merasa layanan di hotel ini tidak cocok untuk staycation.

"Cukup baik untuk jadi pilihan menginap untuk bisnis. Tapi kalau staycation, tidak. Oya, saya biasa bawa tumbler untuk minum air putih. Biasanya di hotel lain tidak ada larangan refill tumbler dengan air putih. Di hotel ini saya dilarang refill. Aneh," tulis Fadhli Sofyan, enam bulan yang lalu dengan meninggalkan 3 bintang.

Komentar itu mendapat tanggapan dari General Manager, Ibnu Darmawan. "Terima kasih ulasannya dan memang saat ini kami belum memiliki fasilitas isi ulang air minum, semuanya sudah dalam bentuk botol. Salam hangat," tulisnya.

Di sisi lain, komplemen positif disampaikan oleh Mama Ara Channel di kanal Google Review. "Sangat nyaman, bersih, breakfast beragam menu dan enak-enak. Toileters lengkap, free fasilitas pool dan gym. Terasa aman meenginap di masa pandemi ini karena telah menerapkan protokol kesehatan yang baik. Staf sangat ramah," tulisnya sebulan yang lalu.

The Balava Hotel bisa dibilang salah satu pemain baru yang belum genap 10 tahun memberi layanan di Kota Malang. Terletak di Jalan Kolonel Sugiono, hotel ini di Traveloka mendapat nilai 8,4 dari 10 bintang dengan lebih dari 10 ribu ulasan. Sementara nilai di Pegipegi 8,4 dan di Agoda 7,5 dari 832 ulasan.

Hotel yang berada dekat dengan Stasiun Kota Lama dan pemukiman warga ini menjadi salah satu destinasi tempat menginap yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Namun meski kerap mendapat kunjungan, tak lantas membuat hotel ini terus mendapat pujian, salah satunya yang di review oleh Novi Afif pada Google Review sebulan yang lalu.

Baca Juga : Tugu Malang dan The Shalimar Boutique: Tawarkan Bintang 5 Kok WiFi Lemot dan Mengecewakan?

"Saya kesini Juni 2020, saat pandemi Corona. Pilih Balava karena pengen makan malam romantis di rooftop Balava tapi ternyata saat pandemi, kolam renang dan rooftop ditutup. Dapat deal harga dari Agoda 310rb/night exclude sarapan, tipe kamar convertible room. Oya, ada deposit 100rb ya. Agak kecewa karena saya request tipe kasur besar, saya kira kasur tipe queen ternyata kasur twin yg dijadiin satu. Kata receptionist nya karena saya pilih convertible room makanya dapatnya seperti itu. Channel tv kabel disini juga tidak terlalu banyak, internet dikamar kadang nyambung kadang tidak, btw saya di lantai 2. Air panas oke, lancar. Petugas hotel ramah, parkir luas," papar Novi Afif.

Sementara, komentar positif ditulis oleh Dining. "Dekat stasiun kota lama, strategis. Hotel nyaman. Pemandangan kota ya. Cuma mohon untuk diperhatikan kondisi kamar. Karena waktu itu kamar di tempat aku menginap ada yang bocor dekat jendela," tulis Dining, dua bulan lalu.

The 1O1 Malang OJ berlokasi di Jalan Dr Cipto mendapat 4,5 di Google Review dari 4.596 ulasan, 8,5 dari 10 bintang dari 180 ulasan di Booking.com, dan 8,8 di Traveloka dari 5.391 ulasan.

Meski demikian, ada ulasan dari tamu The 101 Malang OJ yang merasa layanan dari karyawan hotel kurang profesional dalam bekerja.

"Poor house keeping, take hourssss to deliver just 1 towel, happened many times. Employed many trainees in the restaurant - that level of service. (Pekerjaan rumah yang buruk, butuh waktu berjam-jam untuk mengirimkan hanya 1 handuk, terjadi berkali-kali. Mempekerjakan banyak anak magang di restoran - tingkat layanan seperti itu)," tulis Evelyn pada OTA Traveloka Januari 2020 silam.

Ada pula review dari Dita K yang mengeluhkan fasilitas hotel yang kurang memadai. Padahal dari sana tamu hotel bisa merasakan kenyamanan ketika menginap. "Jaringan TV perlu di cek lagi karena banyak siaran yang gambarnya rusak dan buram," keluh Dita K pada 31 Juli 2020.

Namun, tak sedikit pula komentar membangun dari para pengunjung. "Pelayanan selama pandemi sesuai protokol covid nih. Semua bersih dan nyaman, hanya perlu tambahan supaya sarapan bisa diantar ke kamar supaya tidak menumpuk di resto," tulis Sylvi Anggitasari, dua minggu yang lalu.

Review tentang hotel dari tamu yang mengeluhkan pelayanan ataupun mendapatkan view yang kurang bagus saat menginap menjadi hal yang cukup menggelitik dalam dunia perhotelan. Lalu bagaimana kondisi hotel-hotel lain di Kota Malang di mata para tamu? Simak seri lapsus MalangTIMES selanjutnya.