Kabinet Indonesia Maju (Foto: JPNN)
Kabinet Indonesia Maju (Foto: JPNN)

MALANGTIMES - Isu reshuffle kabinet Menteri Indonesia Maju hingga kini rupanya masih menjadi pembahasan. Kali ini Indonesia Police Watch (IPW) justru memprediksi ada 11 hingga 18 nama menteri yang akan diganti.

IPW menduga Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera melakukan perombakan kabinet. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Presidium IPW Neta S. Pane.  

Baca Juga : Emil Salim Memohon ke Jokowi Hentikan Ekspor Benih Lobster, Ini Kata Susi Pudjiastuti

"Sedikitnya 11 hingga 18 anggota kabinet yang bergeser dan berganti," ujar Neta melalui keterangan tertulis.

Neta mengatakan, jumlah menteri yang baru nanti akan lebih banyak memiliki latar belakang kepolisian.

Neta mengatakan, jika reshuffle benar dilakukan, hal itu lantaran Jokowi terlanjur kecewa dengan kinerja para menterinya.  Jika ada reshuffle, lanjut Neta, itu merupakan hasil evaluasi kinerja jajarannya dalam setahun terakhir.

IPW lantas menyebutkan nama-nama menteri yang diklaim bakal diganti oleh Jokowi.  Yakni Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop dan UKM) Teten Masduki, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum dan HAM) Yasonna Hamonangan Laoly.  

Kemudian Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio.

Selanjutnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara. Berikutnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

Baca Juga : Masuki Bulan Kemerdekaan, Ini Langkah DLH Kota Malang Jaga Kebersihan Lingkungan

Juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, dan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Persero Komjen (Purn) Budi Waseso.

Lebih lanjut, dikatakan Neta, masa penanganan pandemi covid-19 ini akan menjadi momentum bagi Jokowi untuk mengevaluasi semua kinerja menterinya.  

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negera Pratikno sempat meminta kepada publik agar tidak membahas isu reshuffle.   Kala itu Pratikno mengatakan isu tersebut sudah 'terbantahkan'. Pasalnya, kali ini para menteri sudah mulai menunjukkan perubahan secara signifikan.