Petugas saat mengevakuasi jenasah korban yang ditemukan di Pantai Jonggring Saloko (Foto : Polsek Donomulyo for MalangTIMES)
Petugas saat mengevakuasi jenasah korban yang ditemukan di Pantai Jonggring Saloko (Foto : Polsek Donomulyo for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah sempat berstatus Mr. x , identitas mayat laki-laki yang ditemukan di Pantai Jonggring Saloko, Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang akhirnya terkuak.

Dijelaskan Kanit Reskrim Polsek Donomulyo, Ipda M Arif, identitas korban yang jasadnya ditemukan pada Selasa (18/8/2020) sore itu, bernama Suroso warga Desa/Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Baca Juga : Pria yang Hanyut di Sungai Brantas Ditemukan di Air Terjun Dam Blobo

”Sehari setelah dilakukan pemeriksaan visum dan identifikasi, tadi pagi (Rabu 19/8/2020) sekitar pukul 09.00 WIB identitas korban yang ditemukan di pantai Jonggring Saloko akhirnya diketahui bernama Suroso,” kata Arif saat dikonfirmasi Rabu (19/8/2020) malam.

Kejadian penemuan mayat ini pertama kali diketahui oleh dua orang warga Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang yang bernama Edi Kristiyono (34) dan Heri Setiawan (25).

Saat itu, dijelaskan Kanit Reskrim Polsek Donomulyo, kedua saksi yang kesehariannya bekerja sebagai seorang nelayan ini berniat memancing ikan di sekitar lokasi kejadian, Selasa (18/8/2020) siang.

”Berdasarkan keterangan saksi, saat hendak memancing dan melintas di TKP (Tempat Kejadian Perkara) keduanya menemukan mayat berjenis kelamin laki-laki yang terdampar di pinggir pantai,” ungkap Arif.

Mengetahui adanya penemuan mayat, kedua saksi melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa setempat, sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan petugas dari Polsek, Koramil, dan pihak perhutani Donomulyo dikerahkan ke lokasi kejadian. ”Saat pertama kali ditemukan, kondisi mayat terutama di bagian wajahnya sudah rusak. Selain itu kami juga tidak menemukan identitas di pakaian korban yang saat itu terlihat mengenakan kaos warna biru dan celana jeans pendek warna abu-abu,” terang Arif.

Guna kepentingan penyidikan, lanjut Arif, jenazah pria yang sempat berstatus Mr x itu dibawa ke RSSA (Rumah Sakit Saifut Anwar) Kota Malang.

Sembari menunggu hasil visum, polisi yang menangani kasus ini mencoba untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, ada salah satu keluarga di Kecamatan Donomulyo yang mengaku kehilangan keluarganya.

”Sehari kemudian ada pihak keluarga yang mengaku jika mayat yang ditemukan di TKP itu adalah keluarganya. Setelah melihat ciri-ciri dan pakaian yang dikenakan, pihak keluarga memastikan jika jenazah yang ditemukan di pinggir pantai adalah anggota keluarganya,” ungkap Arif.

Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui meninggalkan rumah sejak Sabtu (15/8/2020) pagi, untuk pergi ke Pantai Ngliyep. ”Korban pergi dari rumah dengan menggunakan jasa ojek, informasi dari keluarganya pergi ke Pantai Ngliyep,” sambung Arif.

Baca Juga : Kesulitan Tes Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Sutiaji Terjunkan Polisi

Semenjak kejadian tersebut, korban tidak kunjung pulang ke rumah. Hingga akhirnya, Selasa (18/8/2020) mayatnya ditemukan terkapar di Pantai Jonggring Saloko.

”Dari hasil visum tidak ditemukan adanya luka kekerasan di tubuh korban, untuk penyebab kematiannya masih kami dalami. Hanya saja korban ini diketahui telah mengalami gangguan jiwa,” terang Arif.

Kepastian jika korban mengalami gangguan jiwa tersebut, dibenarkan langsung oleh pihak keluarganya. Dimana, dari keterangannya, pihak keluarga mengaku jika korban baru saja pulang dari Rumah Sakit Jiwa di Lawang, karena mengalami gangguan jiwa.

”Sebenarnya korban ini masih diwajibkan menjalani rawat jalan, setelah pulang dari Rumah Sakit Jiwa pada 10 Agustus (2020) lalu,” sambung Arif.

Atas dasar itulah, membuat penyidik sementara ini menduga jika gangguan jiwa yang diderita korban kambuh sebelum akhirnya ditemukan meninggal di lokasi kejadian.

”Karena tidak ada luka kekerasan yang mengarah kepada tindakan kriminal, dan diperkuat dengan sidik jari yang identik dengan identitas korban Suroso. Membuat kami sementara ini berspekulasi jika korban meninggal karena murni kecelakaan,” tutup Arif sembari mengatakan jika jenazah sudah diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.