Pria yang Hanyut di Sungai Brantas Ditemukan di Air Terjun Dam Blobo

Aug 19, 2020 13:05
Foto korban Samsul Arifin ketika masih hidup (Ist)
Foto korban Samsul Arifin ketika masih hidup (Ist)

MALANGTIMES - Samsul Arifin (26) warga Baran Wonokoyo, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang,  yang hanyut di Sungai Brantas akhirnya ditemukan tim SAR gsbungan. Namun, kondisinya sudah meninggal dunia.

Sebelumnya, Samsul terseret arus Sungai Brantas saat mencari burung bersama ayahnya. Peristiwa itu terjadi  pada Minggu 16 Agustus 2020.

Baca Juga : 5 Jam Pencarian, 50 Relawan Belum Temukan Jasad Pencari Burung yang Hanyut di Sungai

Jasad Samsul ditemukan di Dam Blobo, Kepanjen, Kabupaten Malang,  tiga hari setelah upaya keras pencarian. Tubuh Samsul ditemukan pada pukul 02.00 WIB Rabu (19/8/2020). 

Berarti, jasadnya hanyut sejauh 10 kilometer dari lokasi awal tenggalam. Yakni di Sungai Brantas Jalan Parseh Jaya, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Koordinator lapangan tim SAR dari Basarnas Surabaya Bayu Prasetyo menjelaskan, saat ditemukan, jasad korban dalam posisi tengkurap dan terjebak pada cekungan air di Dam Blobo.

"Tadi jam 2 pagi, di bawah Dam Blobo. Posisinya di bawah air yang terjun. Pokoknya pas cekungan. Ditemukan pukul 02.00, namun berhasil dievakuasi sekitar pukul 08.00 WIB," ungkapnya (19/8/2020).

Dalam evakuasi, personel SAR sempat mengalami kesulitan. Sebab, aliran air terjun ke cekungan cukup  deras. Selain itu, di bawahnya juga terdapat bebatuan. Karena itu,  dalam evakuasi, persomel SAR sangat berhati-hati dan tetap menjaga keselamatan diri.

"Saat ditemukan, kondisi jasadnya masih utuh dan masih bisa dikenali oleh keluarga korban," beber Bayu.

Baca Juga : Cari Burung di Pinggir Sungai Bersama Bapaknya, Warga Baran Malah Hilang Terhanyut

Keseluruhan personel yang terlibat dalam pencarian berjumlah sekitar 110. Jumlah tersebut dibagi menjadi dua. Yakni 60 personel di Dam Blobo. Sementara sisanya stanby di lokasi awal korban tenggalam.

"Di Dam Blobo ada 60 personel. Tapi yang turun mengevakuasi ada 20 personel. Setelah ditemukan, jasad diidentifikasi sebentar dan kemudian oleh pihak keluarga dibawa ke rumah duka," beber Bayu.

Sebelumnya, Samsul  hanyut terbawa arus sungai saat bersama ayahnya mencari burung di pinggiran Sungai Brantas di Jalan Parseh Jaya, Bumiayu, Kedungkandang. Saat itu, korban sempat berpamitan kepada sang ayah untuk mandi di sungai sekitar lokasi.

Sang ayah yang mengetahui anaknya tenggelam langsung berupaya berteriak meminta pertolongan warga. Peristiwa itu juga telah dilaporkan ke polisi.

Topik
Berita MalangSungai BrantasHanyut di SungaiTim SAR GabunganBasarnas Surabaya

Berita Lainnya

Berita

Terbaru