5 Jam Pencarian, 50 Relawan Belum Temukan Jasad Pencari Burung yang Hanyut di Sungai

Aug 16, 2020 16:02
Para petugas saat melakukan upaya pencarian korban di lokasi hanyutnya anak pencari burung (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Para petugas saat melakukan upaya pencarian korban di lokasi hanyutnya anak pencari burung (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Samsul Arifin (22), warga Baran, Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yang hanyut di sungai Brantas di Jalan Parseh Jaya, Kelurahan Bumiayu, belum ditemukan hingga berita ini ditulis.

Nyaris lima jam pencarian korban dilakukan oleh 50 relawan setelah kejadian.

Baca Juga : Diduga Ada Sungai Bawah Tanah di Bawah Sungai yang Ambles di Sukun

 

Hal tersebut dibenarkan salah satu relawan Search And Rescue (SAR), Andi Agus saat dihubungi beberapa saat lalu. Dijelaskannya, mulai korban diduga hanyut dan tenggelam sekitar pukul 10.20 WIB, hingga pukul 15.30 WIB korban belum ditemukan.

Saat ini, yang bersangkutan atau korban masih dalam upaya pencarian petugas maupun tim SAR.

"Belum ditemukan, saat ini masih upaya pencarian. Tentunya pasti sedikit sulit, dalam sehari saja juga belum tentu ditemukan. Namun masih diupayakan," bebernya, Minggu (16/8/2020).

Upaya pencarian korban oleh tim relawan dan SAR, baik dari Kabupaten maupun dari Kota Malang. Seperti PPMR, PMI, relawan Awangga dan tim relawan lainnya, masih terus dilanjutkan.

"Ada kalau 30-an relawan yang terlibat dalam pencarian di selatan. Sedangkan yang di utara ada sekitar 20 relawan. Jadi totalnya kisaran 50 relawan," beber pria yang akrab disapa Agus Demit ini.

Dalam upaya pencarian korban, tak dipungkiri Agus, jika medan yang dihadapi cukup sulit. Penyisiran di pinggiran sungai sekitar 30 meter juga telah dilakukan, namun saat ini belum membuahkan hasil. Sebab, pinggiran sungai merupakan tebing bebatuan, ditambah kondisi sungai yang memiliki aliran deras.

“Selain itu kan juga diduga kondisi sungainya juga dalam. Makanya teman-teman berhati-hati dalam penyisiran. Apalagi sekarang juga cuacanya mendung. Kalau hujan tentu pencarian akan dihentikan sementara, namun tetap dilakukan pantauan,” ungkapnya.

Baca Juga : Ditahan 20 Hari, Jerinx SID: Semoga Tak Ada Lagi Ibu-Ibu Hamil yang Kehilangan Anaknya

 

Sebelumnya, Samsul Arifin bersama ayahnya bernama Ali, mendatangi lokasi untuk mencari burung di sekitar lokasi. Tiba di sana, korban bersama sang ayah memarkirkan motornya dan langsung turun ke bawah menuju pinggiran sungai.

Saat itu, korban kemudian sempat berpamitan dengan sang ayah untuk mandi di pinggiran sungai. Namun tak berapa lama, korban diduga terpeleset dan kemudian jatuh ke dalam sungai hingga tenggelam dan akhirnya hanyut.

Ayah korban yang mengetahui hal tersebut, kemudian berteriak meminta pertolongan warga. Warga kemudian menghampiri ayah korban dan juga berupaya membantu melakukan pencarian serta melaporkannya ke pihak kepolisian.

 

 

Topik
Berita MalangKorban HanyutPMISungai BrantasPencari Burung

Berita Lainnya

Berita

Terbaru